Usaha untuk mendapatkan status akreditasi dan peringkat sesuai dengan yang diharapkan membutuhkan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik dari tiap-tiap unit yang berada di sekolah tersebut. Kenyataannya dalam melakukan akreditasi sekolah tidak berjalan dengan mudah karena banyak permasalahan yang terjadi. Adapun permasalahan yang terjadi adalah seperti persiapan yang dilakukan oleh sekolah terburu-buru, bukti fisik yang belum cukup, panduan akreditasi yang belum lengkap, sekolah tidak memiliki waktu untuk melakukan evaluasi diri serta kurangnya koordinasi dan komunikasi antar individu maupun tim. Perlu adanya Sistem Manajemen Arsip Digital berbasis web. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegunaan Sistem Manajemen Arsip Digital berbasis web dengan mengadopsi metode System Usability Scale (SUS). Sampel penelitian ini adalah staf dan guru SMA yang berjumlah 55 orang. Pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Pada kuesioner SUS terdapat 10 item pernyataan yang telah valid dimana nilai rhitung lebih besar dari pada rtabel yang memiliki nilai 0,266. Uji reliabilitas kuesioner menunjukan nilai Cronbach’s Alpha yakni sebesar 0,549 yang berarti kuesioner ini menunjukkan reliabilitas yang cukup. Hasil evaluasi yang mengadopsi metode System Usability Scale menunjukkan skor SUS Aplikasi Sistem Manajemen Arsip Digital sebesar 66,36 berada di Grade C. Skor SUS Aplikasi Sistem Manajemen Arsip Digital sebesar 66,36 berada di Grade C yang artinya cukup memuaskan pengguna. Skala adjective-nya berada pada level OK/cukup yang berarti sistem sudah layak, artinya penggunaan Aplikasi Sistem Manajemen Arsip Digital sudah dapat diterima, dan level NPS berada pada tingkat passive yang mana artinya pengguna merasa netral atau sedikit puas terhadap sistem ini dengan masih ada ruang untuk peningkatan.
Copyrights © 2025