Populisme telah menjadi fenomena yang signifikan dalam politik kontemporer di Indonesia, dengan dampaknya yang kompleks terhadap demokrasi. Penelitian ini menginvestigasi kebangkitan populisme di Indonesia dan dampaknya terhadap proses dan hasil demokrasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis dokumen, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebangkitan populisme, termasuk ketidakpuasan masyarakat, korupsi, globalisasi, dan teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa populisme dapat meningkatkan partisipasi politik dan kesadaran masyarakat akan isu-isu politik, tetapi juga dapat memperkuat polarisasi sosial dan politik, melemahkan institusi demokrasi, dan menyebarkan informasi yang salah. Implikasi dari kebangkitan populisme terhadap masa depan demokrasi di Indonesia adalah perlunya keseimbangan yang hati-hati antara memperkuat partisipasi publik dan menjaga stabilitas institusi demokrasi. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan untuk mengatasi dampak negatif populisme, termasuk meningkatkan literasi politik masyarakat, mengembangkan regulasi untuk mengatasi penyebaran informasi palsu di media sosial, dan memperkuat lembaga-lembaga demokrasi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu memperkuat demokrasi di Indonesia dan menjaga keseimbangan antara partisipasi publik yang sehat dan stabilitas institusi demokrasi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang penting tentang dinamika populisme dan demokrasi di Indonesia.
Copyrights © 2024