Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Optimalisasi Usaha Mikro melalui Pendampingan Manajerial dan Pemasaran di Desa Sentol Pamekasan Syaiful, Syaiful; Zuhri, Muhammad Darrin; Yunanto, Fredy; Rudiyanto, Mohammad; Kasanova, Ria
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2024): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v3i1.47

Abstract

Studi ini menginvestigasi dampak program pendampingan manajerial dan pemasaran terhadap usaha mikro di Desa Sentol, Pamekasan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan strategi pemasaran pengusaha mikro. Melalui pendekatan terstruktur, program ini melibatkan kelompok-kelompok usaha mikro dari sektor pertanian, kerajinan, dan perdagangan lokal. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hal kemampuan manajerial, penjualan, dan efisiensi operasional usaha mikro setelah mengikuti program ini. Selain itu, strategi pemasaran yang diterapkan juga menghasilkan peningkatan daya saing dan visibilitas produk lokal. Meskipun program ini telah memberikan keberhasilan yang nyata, tantangan seperti terbatasnya akses keuangan dan infrastruktur masih perlu diatasi. Rekomendasi yang diberikan antara lain mengembangkan program yang berkelanjutan, memperkuat kemitraan, dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan menerapkan rekomendasi ini, diharapkan pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mikro di desa akan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Wacana Kritis Tentang Konstruksi Narasi Media dan Persepsi Mahasiswa Pada Pemilu Presiden 2024 di Universitas Madura Yunanto, Fredy; Kasanova, Kasanova; Rudiyanto, Mohammad; Haqiqi, Moh Noer
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i2.2259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konstruksi narasi media mengenai Pemilu Presiden 2024 mempengaruhi persepsi mahasiswa Universitas Madura. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, penelitian ini mengeksplorasi strategi media, seperti framing dan priming, yang digunakan dalam menyampaikan isu-isu politik. Temuan menunjukkan bahwa media memiliki peran signifikan dalam membingkai persepsi mahasiswa terhadap pemilu, yang dipengaruhi oleh tingkat literasi media mereka. Mahasiswa dengan literasi media yang tinggi cenderung lebih kritis terhadap narasi media dan lebih mampu menolak atau memodifikasi informasi yang diterima. Implikasi penelitian ini mencakup pentingnya pengembangan program literasi media yang lebih komprehensif di perguruan tinggi, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengevaluasi informasi secara kritis. Selain itu, integrasi literasi media dalam pendidikan politik dianggap sebagai langkah strategis untuk membentuk generasi yang lebih sadar informasi dan aktif dalam proses demokrasi. Rekomendasi lebih lanjut mencakup penelitian tambahan yang melibatkan populasi mahasiswa yang lebih luas serta pengembangan intervensi pendidikan yang fokus pada peningkatan keterampilan berpikir kritis dalam konteks politik dan media. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman hubungan antara media, politik, dan persepsi mahasiswa.
Improving Graduate Competence Through Integration of Business English and Soft Skills Rudiyanto, Mohammad; Syaiful, Syaiful; Ria Kasanova
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.7937

Abstract

This article discusses the importance of integrating Business English and soft skills in improving the competence of graduates at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) Universitas Madura. By adopting a qualitative approach, this study revealed the perceptions of students and graduates regarding the relevance of these two skills in the world of work. The results show that graduates who participated in this integrated program are more confident and able to communicate effectively, both in English and interpersonal contexts. However, challenges remain in implementing this program, including limited resources and relevant teaching materials. Therefore, it is recommended that FETT Universitas Madura design a more comprehensive training program for lecturers and periodically update the curriculum in line with industry developments. This research also shows that mastery of English and soft skills not only increases the competitiveness of graduates in the job market but also contributes to the professionalism and effectiveness of teaching in the educational environment. The integration of these two skills is expected to be a model for other educational institutions to prepare competent educators who are ready to face challenges in the global era.
Peningkatan Kesadaran Hak Asasi Manusia Bagi Narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Sebagai Upaya Rehabilitasi Sosial Bari, Abdul; Taufik, Achmad; Anam, Syaiful; Syaiful, Syaiful; Yunanto, Fredy; Hasbullah, Hasbullah; Rudiyanto, Mohammad; Kasanova, Ria
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i1.2463

Abstract

Abstract: Pendidikan hak asasi manusia (HAM) bagi narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan merupakan salah satu upaya rehabilitasi sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak dasar dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Program ini dirancang untuk memberi pemahaman yang lebih dalam kepada narapidana tentang hak asasi mereka, baik selama menjalani hukuman di lapas maupun setelah reintegrasi ke masyarakat. Program edukasi ini melibatkan penyampaian materi mengenai hak-hak dasar, kewajiban sebagai warga negara, serta perlindungan hukum yang seharusnya mereka terima, dengan pendekatan yang partisipatif dan interaktif. Pelaksanaan program dilaksanakan pada November hingga Desember 2024, dengan melibatkan 60 narapidana sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup seminar, diskusi kelompok, dan studi kasus, yang dirancang agar peserta dapat aktif berpartisipasi dan mengaitkan materi dengan pengalaman mereka sendiri. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran narapidana mengenai hak asasi mereka, serta perubahan sikap dan pandangan mereka terhadap kewajiban yang harus mereka jalani. Program ini juga menunjukkan pentingnya peran fasilitator dan keterlibatan masyarakat luar dalam mendukung keberhasilan pendidikan HAM di lapas. Meskipun demikian, beberapa tantangan seperti keterbatasan logistik dan waktu dihadapi selama pelaksanaan. Program ini memberikan kontribusi terhadap proses rehabilitasi sosial narapidana, dan memperkuat pendekatan humanistik dalam pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Dampaknya terlihat dari peningkatan partisipasi aktif narapidana dalam kegiatan pembinaan, terciptanya iklim interaksi yang lebih positif antara warga binaan dan petugas lapas, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia.
Dampak Kebangkitan Populisme Terhadap Demokrasi di Indonesia Kasanova, Ria; Rudiyanto, Mohammad
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i1.913

Abstract

Populisme telah menjadi fenomena yang signifikan dalam politik kontemporer di Indonesia, dengan dampaknya yang kompleks terhadap demokrasi. Penelitian ini menginvestigasi kebangkitan populisme di Indonesia dan dampaknya terhadap proses dan hasil demokrasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis dokumen, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebangkitan populisme, termasuk ketidakpuasan masyarakat, korupsi, globalisasi, dan teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa populisme dapat meningkatkan partisipasi politik dan kesadaran masyarakat akan isu-isu politik, tetapi juga dapat memperkuat polarisasi sosial dan politik, melemahkan institusi demokrasi, dan menyebarkan informasi yang salah. Implikasi dari kebangkitan populisme terhadap masa depan demokrasi di Indonesia adalah perlunya keseimbangan yang hati-hati antara memperkuat partisipasi publik dan menjaga stabilitas institusi demokrasi. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan untuk mengatasi dampak negatif populisme, termasuk meningkatkan literasi politik masyarakat, mengembangkan regulasi untuk mengatasi penyebaran informasi palsu di media sosial, dan memperkuat lembaga-lembaga demokrasi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu memperkuat demokrasi di Indonesia dan menjaga keseimbangan antara partisipasi publik yang sehat dan stabilitas institusi demokrasi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang penting tentang dinamika populisme dan demokrasi di Indonesia.
Efektivitas Pupuk Organik Cair Termodifikasi dalam Peningkatan Kualitas Pakan dan Pertumbuhan Berat Badan Kambing Ruminansia Susanti, Rina; Rosyadi, Imron; Rudiyanto, Mohammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14058

Abstract

Kualitas pakan ternak ruminansia memainkan peran krusial dalam meningkatkan produktivitas peternakan, mengingat pakan yang berkualitas tinggi dapat meningkatkan efisiensi konversi nutrisi menjadi berat badan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Pupuk Organik Cair (POC) termodifikasi dalam meningkatkan kualitas pakan dan berat badan kambing. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen dengan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberi pakan konvensional dan kelompok perlakuan yang diberi pakan dengan tambahan POC termodifikasi. Populasi penelitian adalah kambing yang dipelihara di peternakan X, dengan sampel sebanyak 30 ekor kambing yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Perlakuan dilakukan selama 12 minggu dengan pengamatan harian terhadap konsumsi pakan dan pertambahan berat badan. Data dianalisis menggunakan uji-t independen dan analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC termodifikasi meningkatkan kadar protein kasar, menurunkan kadar serat kasar, dan meningkatkan energi metabolik pakan. Selain itu, kambing pada kelompok perlakuan menunjukkan pertambahan berat badan yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulannya, POC termodifikasi efektif sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pakan dan berat badan kambing, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas peternakan.
Perbandingan Konsep Perkembangan Manusia dalam Filsafat Hegel dan Confucius Kasanova, Ria; Rudiyanto, Mohammad
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 1 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i1.1483

Abstract

Human development is a theme that has long been a concern in various philosophical traditions. The philosophies of Hegel and Confucius offer two different yet complementary approaches to understanding the process of human development. Hegel, with his dialectical theory, views human development as a historical process that occurs through social conflict and changes in individual self-consciousness within the framework of history. According to Hegel, individuals can only achieve full self-awareness through interaction with society and larger social changes. Meanwhile, Confucius, in his morality and virtue-focused thought, viewed that human development lies in the formation of good moral character, which is reflected in harmonious social relationships and appreciation of virtuous values. This research aims to compare the two concepts of human development and explore the similarities and differences between the views of Hegel and Confucius. The results of the comparison show that both philosophers agree on the importance of social interaction in human development, although they differ in their focus Hegel emphasizes the role of history and social conflict, while Confucius emphasizes moral virtue and harmonious social relations. The findings show the relevance of both philosophies in the modern context, both in the fields of education, social ethics, and developmental psychology. The study also shows that the thoughts of Hegel and Confucius can be further applied to solve contemporary social problems such as social inequality and character building in a pluralistic society.
Rewriting the Sacred: Mythopoesis and Cultural Identity in Contemporary Indonesian Novels Kasanova, Ria; Rudiyanto, Mohammad
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2591

Abstract

This study aims to analyse the processes of mythopoesis in the contemporary Indonesian novels Tanah Tabu by Anindita S. Thayf, Burung-Burung Manyar by Y.B. Mangunwijaya, and Para Priyayi by Umar Kayam in reconstructing myths and articulating plural and dynamic cultural identities. The methodology used was a qualitative analysis with a literary discourse approach that emphasised contextual and critical interpretations of the text. The main focus of this research is the patterns of mythopoesis, the narrative function of myths, and the articulation of cultural identity as a result of negotiations between tradition and modernity, local and national, and subaltern and hegemonic. The findings reveal that mythopoesis in the three novels serves as a creative and critical mechanism to affirm and revitalise cultural heritage, while also functioning as a tool for legitimising social-political struggles and criticising modernity and hegemonic state power practices. The cultural identity produced through the process of rewriting myths is not essentialist but plural and constantly evolving in response to dynamic socio-political contexts. These findings reinforce Hall's theory of cultural identity and Homi Bhabha's concept of hybridity, regarding identity as a continuously negotiated construction. The contribution of this research lies in the development of contemporary Indonesian literary studies through an understanding of mythopoesis as a narrative strategy that plays a role in identity formation and social criticism. The practical implications of this research are also relevant for literary education because it prioritises critical and contextual approaches to understanding Indonesia's cultural diversity.