Globalisasi telah membawa dampak besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan gereja yang kini menghadapi tantangan serius seperti pluralisme agama, penurunan kehadiran jemaat, dan perubahan pemahaman teologis. Fenomena ini mendorong gereja untuk merefleksikan kembali ajaran-ajaran dasar iman Kristen agar tetap relevan tanpa kehilangan kebenaran esensialnya. Tesis dari penelitian ini adalah bahwa Galatia 3:28 memberikan dasar teologis yang kuat bagi gereja untuk mengembangkan semangat ekumenisme dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang berfokus pada analisis teologis dan kontekstual terhadap ayat Galatia 3:28 serta dampaknya terhadap realitas sosial-keagamaan masa kini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan dalam Kristus dapat menjadi landasan inklusivitas dan pemersatu gereja di tengah perbedaan etnis, status sosial, dan gender. Kesimpulannya, gereja perlu memanfaatkan prinsip kesetaraan dalam Kristus sebagai respon terhadap dinamika global tanpa mengorbankan integritas doktrin.
Copyrights © 2025