Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam perkembangan literasi anak. Namun, dalam praktiknya, masih banyak siswa sekolah dasar, terutama di kelas awal, yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Kesulitan ini sering kali disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang variatif, cenderung konvensional, serta kurang melibatkan berbagai modalitas belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa melalui penerapan model pembelajaran SAVI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas I sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes membaca, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur perkembangan kemampuan membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model SAVI memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan membaca permulaan siswa. Pada siklus pertama, siswa mulai menunjukkan peningkatan dalam mengenali huruf dan menyusun suku kata. Selanjutnya, pada siklus kedua, mereka mampu membaca kata dan kalimat sederhana dengan lebih lancar serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam membaca. Selain itu, model SAVI juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya antusiasme dan partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan. Kesimpulan penelitian bahwa model pembelajaran SAVI efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Model ini tidak hanya membantu siswa dalam mengenali huruf dan kata, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif. Oleh karena itu, model SAVI dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif bagi guru dalam mengajarkan membaca permulaan
Copyrights © 2025