cover
Contact Name
Zulqoidi R. Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6281378894435
Journal Mail Official
master.literaindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Darma Bakti, Lrg. Herman Zein, RT.016 RW.004, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master of Pedagogy and Elementary School Learning
ISSN : -     EISSN : 31095577     DOI : https://doi.org/10.63461/mapels
Core Subject : Education,
Master of Pedagogy and Elementary School Learning (MAPELS) adalah Jurnal yang berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam bidang pedagogi dan pembelajaran khusus di tingkat sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan, gagasan, dan pengalaman terkait metode pengajaran, strategi pembelajaran, serta isu-isu terkini dalam pendidikan dasar. Jurnal ini menerima artikel yang mencakup penelitian empiris, studi literatur, kajian teoritis, dan praktik terbaik dalam konteks pedagogi dan pembelajaran di sekolah dasar.
Articles 62 Documents
Penerapan Strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transfering (REACT) pada Pembelajaran IPAS di Kelas V SDN 22 /VI Pulau Tengah Sutriani, Yanti; Guswita, Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/h7vrqp26

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah 1) Penerapan strategi REACT belum mampu mengaktifkan dan meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS. 2) Guru lebih aktif dari pada peserta didik. 3) Kurangnya minat peserta didik terhadap pembelajaran IPAS. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah peningkatan hasil belajar menggunakan strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transfering (REACT) pada pembelajaran IPAS di Kelas V SDN 22 /VI Pulau Tengah?” Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2025 di SDN 22 /VI Pulau Tengah  pada semester II. Jumlah peserta didik kelas V adalah sebanyak 12 peserta didik dengan 4 peserta didik laki-laki dan 8 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian ini telihat proses pembelajaran pendidik selama proses pembelajaran dengan   menggunakan strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transfering (REACT) siklus  I yaitu sudah mencapai 62,5%. Selanjutnya pada siklus II telah terlaksana dengan baik sekali yaitu dengan nilai persentase 86,1%. Peserta didik selama proses pembelajaran menggunakan strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transfering (REACT) pada siklus I mencapai 66,53%. Selanjutnya pada siklus II cmencapai 78,03%. Penilaian hasil belajar peserta didik menggunakan strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transfering (REACT) pada siklus I mencapai 66,15%. Sedangkan pada siklus II hasil belajar peserta didik mencapai 79,95%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transfering (REACT) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas V
Studi Literatur: Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Said Candra
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/rgqycm71

Abstract

Tulisan ini membahas tentang peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran berperan sebagai perantara yang mempermudah penyampaian materi serta meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Pendidik merancang media pembelajaran secara optimal agar siswa dapat lebih mudah memahami materi dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif. Seiring perkembangan teknologi, media pembelajaran juga mengalami kemajuan, dari media tradisional hingga modern. Penggunaan media pembelajaran yang tepat memungkinkan siswa untuk memahami materi secara seragam, sehingga meningkatkan persepsi yang sama di antara mereka dan berdampak positif terhadap hasil belajar secara maksimal.
Analisis Faktor Rendahnya Minat Belajar Matematika Siswa Kelas IV  SD Negeri No 50/VI Lubuk Mentilin Jangkat Jusmanila, Jusmanila; Megawati, Megawati
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/nzt6zg81

Abstract

Mathematics plays a crucial role as a core subject in developing logical thinking skills and problem-solving abilities. However, many students demonstrate a lack of interest in the subject, which negatively impacts their academic performance. This study aims to examine the factors that contribute to the declining interest in mathematics among fourth-grade students at SD Negeri No. 50/VI Lubuk Mentilin, located in Jangkat District. Using a descriptive qualitative methodology, this research collects data through direct classroom observations to assess the learning process, as well as comprehensive interviews with students and teachers to gain insights into their perspectives on mathematics education. The findings of this study reveal several factors that contribute to students' lack of interest in learning mathematics. A significant aspect is the absence of internal motivation, as many students struggle and lack confidence when faced with the subject. Furthermore, the limited variety of teaching methods increases student boredom during lessons. Teachers often rely on traditional approaches, such as lectures and exercises, which results in reduced student engagement and participation. Additionally, the influence of the environment, both at home and at school, is quite significant, including inadequate guidance. A classroom environment that does not support or the lack of parental involvement in the learning process at home also contributes to this issue.
Meningkatkan Literasi Membaca Dengan Metode Cooperatif Learning di Kelas II pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Media Pohon Literasi di SDN 080/VIII Sukadamai Lestari, Lestari; Megawati, Megawati
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/7mtk3v65

Abstract

This study aims to improve the reading skills of grade 2 students of SDN 080/VIII in Indonesian language subjects, the method used is litereation tree media. Based on the implementation of the pre-cycle in class 2 at the time of the research, it was found that the reading skills of grade 2 students of SDN 080 / VIII Sukadamai were very low. This can be seen from the symptoms that occur in learning, students' interest in reading is quite low, so students are still not fluent when reading. This study was conducted in October 2024, at SDN 080 / VIII Sukadamai with 19 students as subjects. This research uses the type of action study that describes statistical analysis in the classroom consisting of 4 stages, namely planning, implementing, observing and reflecting. The data collection techniques used in this study are observation (Observation), questionnaires, and performance tests (Performance). Based on initial observations obtained from the results of students' reading skills, only 9 students finished. After using the literacy tree media in the first cycle, 10 students had a 71% success rate. Then the method was improved in the second cycle, getting the results of 16 students' reading skills with a percentage of 85%. Therefore, it can be concluded that the use of literacy tree media can improve students' reading skills in grade 2 Indonesian language subjects at SDN 080 / VIII Sukadamai.
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) di Kelas V SDN 146/VIII rejosari Herlinawati, Herlinawati; Guswita, Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/w305n587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca pemahaman menggunakan model Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) di kelas V SDN 146/VIII Rejosari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 146/VIII Rejosari. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2023-2024. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 15 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah model penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) telah meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 146/VIII Rejosari. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) ini dapat meningkatkan proses dan hasil keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 146/VIII Rejosari
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Menggunakan Strategi Guide Reading Dikelas IV SD Negeri 289/VI Lubuk Pungguk 11 Asra, Man; Guswita, Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/p49k7192

Abstract

Penelitian ini berawal dari masalah pembelajaran masih berpusat pada pendidik dan peserta didik tidak mau bertanya dan pasif dalam proses pembelajaran, banyak peserta didik yang tidak memperhatikan, dan juga siswa yang belum lancar dalam membaca dan ada beberapa siswa yang bersuara dalam membaca. Seperti membaca suara dan ada juga siswa yang terbatah – batah dalam membaca. Hal ini menyebabkan hasil belajar peserta didik masih rendah tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca pemahaman menggunakan strategi Guide Reading di kelas IV SD Negeri 289/VI Lubuk Pungguk 11. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan keterampilan membaca di kelas IV SDN 289/VI Lubuk Pungguk 11. Rincian hasil observasi pendidik pada siklus I sebesar 69% dengan kategori cukup baik dan pada siklus II sebesar 85% dengan kategori sangat baik. Hasil observasi siswa pada siklus I dengan presentase sebesar 66% kategori cukup dan siklus II sebesar 82% kategori baik. Hasil belajar siswa siklus I 57% cukup (tuntas) pada siklus II 89% kriteria baik/sangat baik (tuntas). Disimpulkan bahwa penggunaan strategi Guide Reading dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran IPAS di SDN 211/II Tuo Limbur lilisuryati, lilisuryati; Subhanadri, Subhanadri
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/w1rkss65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran berdiferensiasi di SDN 211/II Tuo Limbur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan Guru kelas V, Kepala Sekolah dan Peserta didik di SDN 211/II Tuo Limbur. Instrumen pengumpulan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, pedoman wawancara atau lembar pertanyaan. Data dianalisis menggunakan model Miles & Huberman dengan urutan langkah pengumpulan data, reduksi data, verivikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan Data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan proses pembelajaran berdiferensiasi di SDN 211/II Tuo Limbur dilaksanakan di setiap tingkatan kelas (V). Kegiatan pembelajaran berjalan secara baik. Hal ini dapat dilihat dari kelengkapan elemen proses pembelajaran berdiferensiasi pada setiap tahapan yang dilakukan guru, antara lain: 1) Perencanaan, yang terdiri atas menyiapkan pertanyaan pemandu dan menerapkan kegiatan berjenjang yang memiliki berbagai tingkat tantangan dan kompleksitas. 2) Pelaksanaan, yang terdiri atas melakukan kegiatan diskusi di dalam kelas sesuai minat dan profil belajar peserta didik, mengembangkan kegiatan pembelajaran yang bervariasi sesuai gaya belajar peserta didik (visual, auditori, kinestetik), dan membentuk kelompok belajar yang fleksibel. 3) Evaluasi, menggunakan instrumen penilaian seperti penilaian
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPAS Siswa SD Nurhidayati, Nurhidayati; Subhanadri, subhanadri
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/s9kvhg05

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa yang terlihat dari kurangnya minat mereka dalam kegiatan belajar. Permasalahan ini diidentifikasi berdasarkan data awal yang diperoleh melalui observasi. Penelitian ini berfokus pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Game Tournament). Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan penerapan model tersebut sekaligus meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral dari Kemmis dan Taggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa kelas V SDN NO 022/VI Pulau Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, hasil belajar, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan motivasi belajar IPAS siswa kelas V SDN No 022/VI Pulau Tengah. Pada siklus I persentase siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi sebesar 31% dan meningkat pada siklus II menjadi 75%. (2) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan menggunakan model TGT. Pada siklus I siswa yang mencapai KKM sebanyak 57% dan meningkat pada siklus II menjadi 81%. Hal ini menujukkan bahwa model TGTdapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan data tersebut, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V dan memberikan dampak positif pada hasil belajar mereka. Penelitian ini merekomendasikan guru kelas untuk menggunakan model kooperatif tipe TGT sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
Peningkatan kemampuan berpikir kreatif menggunakan model project based learning pada pembelajaran IPAS di kelas V SDN 014/II Pasar Rantau Embacang Diantari, Windi; Sundahry, Sundahry; Dhini Mufti
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/z9727h35

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh siswa yang takut untuk bertanya karena belum memahami materi yang disampaikan, siswa sulit untuk menyelesaikan masalah nya sendiri, selain itu di temukan proses pembelajaran yang belum variatif, dimana belum mengarahkan siswa menjadi individu yang kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif menggunakan model project based learning pada pembelajaran IPAS di kelas V SDN 014/II Pasar Rantau Embacang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) di laksanakan dengan dua siklus masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Penelitian tindakan kelas terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas V SDN 014/II Pasar Rantau Embacang dengan jumlah siswa 18 orang, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi guru, lembar observasi siswa, soal tes kemampuan berpikir kreatif, dan angket kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif melalui model project based learning. Hasil obsevasi guru pada siklus I yaitu 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Hasil observasi siswa pada sisklus I yaitu 44,81% pada siklus II meningkat menjadi 83,31%. Hasil soal tes kemampuan berpikir kreatif pada siklus I yaitu 38,88% pada siklus II menjadi 83,34%. Dan hasil angket kemampuan berpikir kreatif pada siklus I 69,88% pada siklus II menjadi 90,20%.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Motivasi Belajar IPAS Siswa Kelas V SD IT AL AKHYAR Dey, Rafi Athallah; Sundahry, Sundahry; Dedek Helida Pitra
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/tff4hw79

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan juga motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan juga motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS siswa kelas V SD IT Al Akhyar Bungo. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian Kuantitatif, jenis Pra-Eksperimental tipe One-Grup Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen, dengan sampel penelitian kelas VA. Untuk menguji hipotesis pada penelitian maka peneliti menggunakan uji statistic non parametric jenis uji Wilcoxon dengan menggunakan SPSS versi 25. Hasil output uji Wilcoxon pada variable kemampuan pemecahan masalah menunjukan bahwa signifikasi 0,002 < 0,05 yang berarti Ha1 diterima, sedangkan pada variabel motivasi belajar menunjukkan bahwa signifikasi 0,001 < 0,05 yang berarti Ha2 juga diterima. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat dikatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS  kelas V dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah memiliki pengaruh dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS menggunakan model pembelajaran konvensional.