Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program terapi musik terhadap tingkat kecemasan anak tunanetra dalam aktivitas sehari-hari di SLB A-YAPTI. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen subjek tunggal (Single Subject Research) tipe A-B-A. Subjek penelitian adalah seorang anak tunanetra yang menunjukkan gejala kecemasan tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi perilaku selama tiga fase: baseline awal, intervensi, dan baseline akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi berupa terapi musik, tingkat kecemasan subjek menurun secara signifikan. Subjek menjadi lebih tenang, mudah diarahkan, dan menunjukkan peningkatan dalam partisipasi aktivitas. Efek positif dari terapi tetap terlihat pada fase setelah intervensi dihentikan, yang menunjukkan adanya dampak residual. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi musik dapat menjadi alternatif intervensi non-farmakologis yang efektif dalam membantu anak tunanetra mengelola kecemasan mereka, sekaligus mendukung pendekatan holistik dalam pendidikan khusus.
Copyrights © 2025