Artikel ini mengkaji tokoh-tokoh tafsir pada Abad Pertengahan, dari abad ketiga hingga keempat belas. Dalam sejarah kebudayaan Islam, Abad Pertengahan diakui sebagai puncak pengetahuan dan peradaban Islam, dan karena itu dianggap sebagai periode emas. Kemenangan ini adalah hasil dari fokus kuat pemerintah pada ilmu pengetahuan. Karya ini menggunakan analisis deskriptif yang berasal dari studi pustaka. Sebelum para mufasir memulai kegiatan penafsirannya, para mufasir pada masa peralihan ini berpartisipasi dalam suatu disiplin tertentu di samping keterkaitan mereka yang kuat dengan ideologi atau mazhab tertentu, menurut temuan penelitian ini. Berangkat dari hal tersebut, muncul banyak komentator sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajarinya atau aliran pemikiran yang dianutnya. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, dapat dikatakan bahwa Al-Qur'an sangat terbuka untuk penafsiran (multi-tafsir) dan bahwa setiap penafsir Al-Qur'an biasanya dipengaruhi oleh konteks sosio-kultural. Meskipun subjek kajiannya, teks Al-Qur’an, bersifat tunggal, penafsiran Al-Qur’an memiliki berbagai dampak. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa karakter Madzahib al-Tafsir akan muncul dalam sejarah pemikiran umat Islam.
Copyrights © 2023