Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Upaya Pemerintah Desa dalam Melestarikan Sumur Wasiat Guna Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Sekitar Budiana Budiana; Edi Sutardi; Dewi Irmarwah; Jaka Munasir; M. Irsyad Sidik
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.062 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini didasari pada keingintahuan peneliti pada situs Sumur Wasiat.Sumur wasiat yang terletak di desa Kepongpongan Kecamatan Talun kabupatenCirebon yang merupakan sumur yang sudah ada pada adab ke 15 M. Terdapat limasumber mata air, yang masing-masing sumber mata air tersebut diberi beberapanama. Nama-nama tersebut adalah Sumur Giri Bayan, Sumur Giri Jayan, SumurCahaya Wulan, Sumur Cadas Lintang, dan Sumur Tapak Raga. Keberadaan sumurWasiat masih ada sampai sekarang, tentu berkat adanya campur tangan danpelestarian dari pemerintah desa, warga sekitar dll. Inilah yang membuat penelitimenjadi lebih ingin tahu tentang bagaimana upaya pemerintah desa dalammelestarikan Sumur Wasiat? Dan Bagaimana pengaruh Sumur Wasiat dapatmeningkatkan ekonomi-pendapatan- masyarakat sekitar? Dalam pelaksanaanpenelitiannya peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan mencari datadari beberapa narasumber sehingga peneliti mendapatkan gambaran yang jelastentang masalah penelitian tersebut. Hasil yang diperoleh dalam upaya yangdilakukan pemerintah desa diantaranya memberikan stimulus anggaran untukdigunakan pelestarian situs, mendaftarkan situs Sumur Wasiat agar tercatat olehkeraton dan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon, bekerja sama dengan karangtaruna untuk perbaikan situs Sumur Wasiat secara swadaya. Pelestarian initernyata berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar dengan duabelas dari tujuh belas narasumber dari masyaakat sekitar yang peneliti temui danwawancara mengaku sudah mengalami peningkatan pendapatan dari keberadaanSumur Wasiat.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Ternak Kambing di Kabupaten Pangandaran Edi Sutardi; Firgian Ardigurnita; Nurul Frasiska
Bulletin of Applied Animal Research Vol 4 No 1 (2022): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v4i1.927

Abstract

The purpose of this study is to determine the role of the government, motivation, capital, livestock ownership, land ownership, farmer education, livestock experience and the COVID-19 pandemic on the income of farmers in developing a business in Pangandaran Regency. By using two methods, namely observation and interviews. Observations were made by collecting data through direct observation of goat breeders in three sub-districts located in Pangandaran Regency. Interviews were conducted by collecting data by conducting direct interviews with goat breeders in Pangandaran Regency, which were more precisely conducted in three sub-districts. The parameters measured in the research that have been carried out are 8 factors, namely the role of the government, motivation, capital, livestock ownership, land ownership, farmer education, livestock experience and the covid-19 pandemic. The conclusion that can be drawn from this study is that there is a significant simultaneous influence of the independent variables, namely the role of government (X1), motivation (X2), capital (X3), livestock ownership (X4), land ownership (X5), farmer education (X6 ), experience (X7) and the covid-19 pandemic (X8) on the dependent variable (breeder income (Y) of 84.2%. Meanwhile, those that partially affect the income of farmers (one by one) are the capital factor (X3), the experience factor (X7) and the factor of the Covid-19 pandemic condition (X8). Keywords: Analysis; Goat; Factors; Income; Pangandaran
KONFLIK INTERNAL DALAM NOVEL LADANG API KARYA HARIE INSANI PUTRA Cahya Istiqamah; Edi Sutardi
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 1 (2022): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/sti.v7i1.1880

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang konflik sosial yang terjadi dalam novel Ladang Api karya Harie Insani Putra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis dan jenis penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah novel Ladang Api karya Harie Insani Putra yang diterbitkan oleh Pustaka Banua cetakan pertama tahun 2017. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi teks dan teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk konflik internal yang terdapat dalam novel Ladang Api karya Harie Insani Putra, yaitu: (a) dendam Patra terhadap Yudha, (b) ketakutan keluarga Patra dan Sabran terhadap perbuatan Yudha serta ketakutan warga desa terhadap Mat Yusi, (c) kesedihan keluarga Wijan, keluarga Jauhari dan Mat Yusi atas apa yang menimpa mereka, (d) kekecewaan yang di alami oleh Jauhari, Matyusi dan Patra atas keinginan atau harapan mereka tidak sesuai dengan kenyataan, (e) kebencian Mat Yusi terhadap Yudha, dan (f) kesakitan yang dialami oleh Patra, Wijan, dan Sabran akibat perbuatan Yudha dan kesakitan Matyusi akibat ulahnya sendiri.
Komunikasi seni teater tradisional dalam upaya pelestarian kearifan lokal budaya banjar Edi Sutardi
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2022): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/sti.v7i2.2099

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Komunikasi seni teater tradisional Mamanda dalam upaya pelestarian kearifan lokal budaya Banjar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Tipe penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan model komunikasi Harold Lasswell. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis dan pembahasan penelitian, peniliti menyimpulkan dalam komunikasi tradisional Mamanda terdapat sembilan unsur yang harus diperhatikan. Dalam penyajian kisah Mamanda harus memilih komunikator yang memenuhi persyaratan sebagai pembawa pesan. Isi pesan dalam Mamanda berisi tentang nasihat, petuah dan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya masyarakat Banjar yang harus dilestarikan.
ANALISIS STRUKTURAL SEMIOTIK NASKAH MONOLOG “SUKETI” KARYA KHOLIK SETIAWAN Edi Sutardi; Budi Dharma Budi
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2023): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/sti.v8i2.2393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur-unsur intrinsik dalam monolog dengan judul “SUKETI” karya; Kholik Setiawan (2) keterkaitan antarunsur intrinsik, serta (3) makna yang didapatkan melalui tanda dan acuannya (ikon, indeks, dan simbol). Sumber data penelitian ini adalah naskah monolog dengan judul Suketi karya Kholik Setiawan. Naskah tersebut ditulis pada tahun 2022. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan objektif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data deskriptif diperoleh melalui teknik baca dan catat. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantis dan reliabilitas interrater dan intrarater. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Unsur intrinsik meliputi alur, latar, penokohan, dan tema. Alur yang digunakan adalah alur dinamis. Latar tempat yang memungkinkan peristiwa terjadi dan mencerminkan suasana hati tokohnya yaitu ruang tamu rumah dari Suketi dan Darwin. Latar tempat tersebut, termasuk latar Sabionetta, secara tidak langsung menggambarkan watak tokoh dan memperjelas proposisi simbolik para tokohnya. Latar waktu peristiwa naskah sastra monolog ini adalah pada zaman sekarang, abad 21, dalam peristiwa tergambarkan dari jam pagi sampai malam. Tokoh protagonis dalam cerita tersebut adalah Suketi dan Darwin sebagai tokoh Antagonis, serta tokoh lelaki tanpa nama menduduki tokoh tritagonis. Tema drama ini adalah psikologi menggambarkan kehidupan keluarga suami istri yang sama megalami masalah biologis dan menimbulkan efek trauma besar sehingga tokoh mengalami depresi berat. (2) Keterkaitan antar unsur intrinsik diikat oleh dialog dan konflik. Konflik tersebut muncul dalam alur, latar, dan penokohan. (3) Hubungan antara tanda dan acuannya berupa ikon, indeks, dan simbol. Ketiga tanda tersebut memperjelas makna drama yaitu perlawanan atas situasi hidup tokoh dalam cerita.
FUNGSI, MAKNA DAN NILAI ESTETIKA TARI WADIAN KELONG DALAM UPACARA ARUH ADAT BAHARIN DI DESA KAPUL KABUPATEN BALANGAN Wulan Janearditta; Edi Sutardi; Suwarjiya
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk penyajian tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin di Desa Kapul Kabupaten Balangan. (2) mendeskripsikan fungsi dan makna tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin di Desa Kapul Kabupaten Balangan. (3) mendeskripsikan nilai estetika tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin di Desa Kapul Kabupaten Balangan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian yang didapat adalah (1) Bentuk penyajian tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin tidak mementingkan keindahan gerak, namun lebih mementingkan maksud dan tujuan 2) Fungsi tari Wadian Kelong adalah sebagai sarana upacara ritual dan Makna tari Wadian Kelong untuk ungkapan jiwa, penghormatan dan pembayar rejeki (3) Nilai estetika tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin yaitu gerak tari sederhana dan memiliki kandungan daya intensitas dalam ketaksuan, iringan tari tidak banyak irama/ritmis bersipat inten dan khusu, tidak menggunakan tata rias wajah melainkan hanya menggunakan olesan kapur pada bagian tangan dan dada, tata busana bersifat khusus dan menjadi bagian identitas pada Wadian
EKSISTENSI TRADISI MANUPING BASIRIH DI BANJARMASIN Risa Puspita Sari; Edi Sutardi
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No 1 April 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i1.2369

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan Eksistensi Tradisi Manuping di Basirih, Banjarmasin. Tradisi Manuping adalah tradisi yang berlangsung secara turun temurun, topeng perwujudan atau karakter dari tiruan wajah manusia. tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan sejarah upacara Manuping di Basirih; (2) Mendeskripsikan fungsi dari upacara Manuping di Basirih; (3) Mendeskripsikan tradisi Manuping pada saat ini; dan Mendeskripsikan pola pewarisan dari tradisi Manuping Basirih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuaitatif dan didukung dengan menggunakan cara triangulasi. Teknik pengumpulan data yang sifatnya menggabungkan berbagai data dan sumber yan telah ada, dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu, metode, teori, sumber data, dan antar peneliti. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh simpulan yaitu tradisi Manuping di Basirih, Banjarmasin termasuk jenis ritual upacara yang masih bersifat sakral dan memiliki nilai-nilai yang terkandung didalamnya, diantaranya nilai spiritual, nilai edukasi, nilai sosial, dan nilai moral. Lalu memiliki nilai korelasi seperti hubungan yang kuat antar keluarga, maupun keluarga dengan leluhur, nilai spiritual seperti kepercayaan yang ditanamkan sejak dini secara turun temurun, dan nilai edukasi yang berarti pengetahuan tentang tradisi keluarga yang harus dijaga.
Pengembangan Media Pembelajaran Tari Tilah Paring di Sanggar Tari Tilah Paring Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rabiatul Adawiyah; Suwarjiya; Edi Sutardi
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan Media pembelajaran tari di Sanggar Seni Karamunting Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan untuk mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran Tari Tilah Paring di Sanggar Seni Karamunting Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode R&D (resarch and development). Pengembangan Media Pembelajaran Video Toturial. Dalam hal ini teori yang digunakan adalah Ariesto Hadi Sutopo. Prosedur Pengembangan terbagi dalam lima langkah, yaitu (1) concept, (2) design, (3) material collecting, (4) assembly (5) testing. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini baik dari buku, internet, wawancara, angket/kuesioner. Hasil penelitian yang didapat adalah dalam pengembangan pembelajaran Tari Tilah Paring memperoleh skor 86 (93%) dari Total skor 92 secara keseluruhan. Hasil tersebut menyatakan bahwa Sangat Layak untuk diuji cobakan. Hasil validasi oleh ahli media pada Media pengembangan pembelajaran Tari memperoleh skor 40 (76%) dari Total skor 52 maka menyatakan bahwa Layak di uji cobakan. skor rata-rata 44,40 atau 91,67% dari nilai skor 48 secara keseluruhan. Masing- masing responden menunjukkan bahwa media pembelajaran layak digunakan yaitu dengan persentase 91%.
BENTUK PENYAJIAN DAN SINEMATOGRAFI KARYA SINEMA TARI MANYINGKAI PANGAMBANGAN MEMBUKA TABIR PANGAMBANGAN SEBAGAI PRODUKSI TARI Miradalina; Sutardi, Edi; Kinanthi Purnama Asri Adinda, Gita
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2410

Abstract

Tari Manyingkai Pangambangan Membuka Tabir Pangambangan digarap sebagai materi ujian akhir mata kuliah produksi tari tahun 2021 oleh mahasiswa tahun angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin. Sinema tari ini merupakan bagian inovasi terwujud karena situasi masa Covid-19. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan Bentuk Penyajian dan teknik sinematografi dari Sinema Tari Manyingkai Pangambangan Membuka Tabir Pangambangan sebagai hasil Produksi Tari. Jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) Bentuk Penyajian Tari, tari kreasi baru berpijak pada gerak tradisi Banjar, memiliki 91 ragam gerak(gerak maknawi dan murni) dan 59 pola lantai. Menggunakan musik pengiring sampling, gamelan dan keyboard. Tata rias berjenis Realis, Kostum dan properti yang dipakai bercirikan budaya khas Kalimantan Selatan. (2) Teknik Sinematografi meliputi camera angle yang meliputi high angle, eye angle, dan low angle untuk mendominasi, membuat keseimbangan pada hasilnya. Type of shot yang digunakan big close up, close up, medium close up, medium shot, full shot, long shot, agar memberikan hasil detail serta keadaan disekitar objek. Camera movement meliputi panning, tilting, dolly, tracking, dan crane sehingga memberi kesan gambaran objek secara menyeluruh dengan keadaan di sekitarnya. Continuity-nya menggunakan content continuity dan movement continuity untuk memberi kejelasan kesinambungan dari gambar pertama kepada gambar selanjutnya. Kata Kunci: bentuk penyajian, teknik sinematografi,tari,manyingkai pengambangan.
NILAI BUDAYA DAN PELESTARIAN TARI BABANGSAI DI MASYARAKAT DAYAK MARATUS LOKSADO Elin, Sepringga; Edi, Sutardi; Rahmani, Rahmani
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 3 (2024): Juli-September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i3.65243

Abstract

In the traditional ritual ceremony activities of the Loksado village community, there is a dance which has a role/function as one of the many communication media in expressing gratitude and expression of respect for the creator referred to in the ritual ceremony activities. The Babangsai dance is presented as an inseparable part of the Mahanyari Banih and Aruh Ganal ceremonies. This research aims to (1) Describe the form of presentation of the Babangsai dance in the Dayak Meratus Loksado community. (2). Describe the cultural values contained in the Babangsai dance of the Dayak Meratus Loksado community. (3). Describe efforts to preserve the Babangsai dance in the Dayak Meratus Loksado Community The research uses qualitative methods, the data collection techniques used are observation and interviews with several sources who are interested in the research, as well as documentation in the form of videos or photos which serve as supporting evidence for the research.Based on the research results obtained in the form of observations, it shows that (1). The form of presentation of the Babangsai dance in the Dayak Meratus Loksado community has the beauty of simple movements, but is more concerned with the purpose of conveying message/wishes to Sang Hiyang Bahatara and to summon spirits. Ancestors. (2). The cultural values contained in the Babangsai dance in traditional aruh ceremonies depict a from of expression of gratitude, worship of a successful rice harvest to produce abundant rice. This activity provides an attitude of gratitude, mutual cooperation, unity and social valuse among residents.(3). The obstacle in preserving the Babangsai dance in Loksado District is the lack of management and training for the Babangsai dance, the lack of interest and enthysiasm among the younger generation of Loksado to dance this dance.