Tren “marriage is scary” berisi ketakutan dan kekhawatiran generasi z akan pernikahan berdampak pada perubahan pola pikir serta cara pandang mereka sehingga menurunan optimisme pernikahan. Edukasi pra-nikah Islami merupakan salah satu cara yang membantu merekonstruksi persepsi generasi z akan pernikahan. Namun, selama ini edukasi pra-nikah masih bersifat konvensional dan hanya berfokus pada metode ceramah, sehingga mengurangi minat generasi z untuk mengikuti kegiatan tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya transformasi konsep edukasi pra-nikah yang disesuaikan dengan karakteristik generasi z, sehingga dapat membantu menumbuhkan optimisme pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat konsep konsep edukasi-pranikah Islami yang disesuaikan dengan karakteristk generasi z yaitu (1) mengguankan variasi platform media sosial seperti instagram, youtube, tiktok, dan twitter untuk menyampaikan materi, (2) mengadakan webinar, live session, dan forum aktif, (3) variasi materi edukasi seperti agama, psikologi, parenting, gizi, media digial, dan keuangan, (4) role play dan simulasi keterampilan, serta (5) membuat layanan konseling.
Copyrights © 2025