Seni bela diri merupakan cabang olahraga yang terus berkembang secara global dan mengalami kemajuan pesat di Provinsi Riau, khususnya pada pencak silat, tinju, dan taekwondo. Namun, setelah dihentikannya Program PPLP pada 2021, fasilitas pembinaan atlet muda menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan perancangan Martial Art Center di Kota Pekanbaru yang mampu mewadahi berbagai cabang seni bela diri dalam satu kawasan terpadu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis studi kasus, dengan fokus pada fungsi ruang dan penerapan prinsip arsitektur bioklimatik. Tahapan perancangan mencakup identifikasi masalah, pengumpulan data, dan perumusan konsep berdasarkan iklim tropis Pekanbaru dan kebutuhan pengguna. Hasil desain menekankan pada ventilasi alami, secondary skin, dan vegetasi untuk menciptakan ruang yang nyaman dan hemat energi. Konsep self-defense dijadikan landasan filosofis dalam perancangan untuk menghasilkan lingkungan yang aman, responsif, dan mendukung performa atlet secara optimal.
Copyrights © 2025