Berbicara mengenai sains dan agama, maka secara tidak langsung orang akan berpikir sejarah hubungan di antara keduanya. Dalam perjalanan sejarah pertemuan antara sains dan agama tidak hanya pertentangan saja akan tetapi juga orang berusaha untuk mencari hubungan di antara keduanya. Sains dan agama merupakan hal yang sangat menarik untuk kita pelajari bersama. Hingga saat ini masih banyak terdapat anggapan yang kuat dalam masyarakat luas yang mengatakan bahwa antara sains dan agama susah untuk disatukan (dipertermukan). Antara sains dan agama mempunyai daerah masing-masing terpisah antara satu dengan yang lainnya, baik itu dilihat dari segi objek formal material, objek penelitian, kriteria kebenaran dan juga peran yang dimainkan oleh ilmuan. Ungkapan lain mengatakan bahwa sains tidak mempedulikan agama dan agama pun tidak mempedulikan sains. Sebenarnya relasi antara sains dan agama dapat dirunut pada pemberontakan pemikiran yang dilakukan oleh para penemu di bidang sains terhadap kekuasaan gereja pada abad ke-15. Pertentangan pertama dilakukan oleh Galileo Galilei dengan membalik ide gereja yang mengatakan bahwa bumi sebagai pusat tata surya (geosentris), namun Galileo Galei berpendapat bahwa bukan bumi sebagai pusat tata surya akan tetapi mataharilah yang merupakan pusat tata surya (heliosentris). Satu hal yang paling memilukan dialami umat islam seluruh dunia dewasa ini adalah ketinggalan dalam persoalan ilmu pengetahuan dan teknologi, padahal untuk kebutuhan kontemporer, kehadiran IPTEK merupakan keharusan yang tidak dapat ditawar , terlebih IPTEK yang dapat membantu dan mempermudah manusia dalam memahami kekuasaan Allah swt serta melaksanakan tugas kepemimpinannya.
Copyrights © 2020