p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Idaaratul Ulum
Akhsanul Huda
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konsep Pendidikan Akhlak Anak Menurut Abdullah Nasih Ulwan Akhsanul Huda
Idaarotul Ulum Vol 1 No 01 Juni (2019): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v1i01 Juni.58

Abstract

Kajian ini difokuskan pada manajemen pemberdayaan sumber daya manusia yang menguraikan tentang penerapan manajemen dan pemberdayaan SDM di pondok pesantren modern Nurussalam. Sumber daya manusia mencakup seluruh guru yang mengabdi di Pondok Pesantren Modern Nurussalam. Mulai dari proses rekrutmen, seleksi, training, pendidikan, penempatan, sosialisasi, pengembangan, kompensasi, dan pemutusan hubungan kerja. Untuk itu artikel ini akan mengkaji tentang manajemen yang digunakan sesuai tidak dengan beberapa teori tentang manajemen SDM dari beberapa sumber. Penulis menggunakan beberapa metode untuk meneliti tentang manajemen pemberdayaan sumber daya manusia di pondok pesantren modern Nurussalam, jenis data yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang memaparkan seluruh kajian manajemen pemberdayaan sumber daya manusia.
Kedudukan Wahyu (Agama) Dan Akal (Filsafat) Dalam Filsafat Ilmu Akhsanul Huda
Idaarotul Ulum Vol 1 No 2 Desember (2019): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v1i2 Desember.101

Abstract

Satu hal yang membuat manusia lebih baik dari mahkluk yang lain yaitu manusia mampu berpikir dengan akalnya,karena manusia dianugerahi oleh Allah dengan akal sehingga dengannya manusia mampu memilih, mempertimbangkan, menentukan jalan pikirannya sendiri. Agama Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan akal. Dengan akal manusia mampu memahami al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan lewat Nabi Muhammad,dengannya juga manusia mampu menelaah kembali sejarah Islam dari masa lampau. Setelah Nabi saw wafat, permasalahan yang dihadapi umat Islam semakin kompleks. Islam bahkan menjadikan akal sebagai salah satu diantara lima hal primer yang diperintahkan oleh syariah untuk dijaga dan dipelihara, dimana kemaslahatan dunia dan akhirat amat disandarkan pada terjaga dan terpeliharanya kelima unsur tersebut, yaitu: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta
Pasang Surut Diskursus Islam Dan Sains(Integralisme Armahedi Mahzar) Akhsanul Huda
Idaarotul Ulum Vol 2 No 1 (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i1 Juni.121

Abstract

Berbicara mengenai sains dan agama, maka secara tidak langsung orang akan berpikir sejarah hubungan di antara keduanya. Dalam perjalanan sejarah pertemuan antara sains dan agama tidak hanya pertentangan saja akan tetapi juga orang berusaha untuk mencari hubungan di antara keduanya. Sains dan agama merupakan hal yang sangat menarik untuk kita pelajari bersama. Hingga saat ini masih banyak terdapat anggapan yang kuat dalam masyarakat luas yang mengatakan bahwa antara sains dan agama susah untuk disatukan (dipertermukan). Antara sains dan agama mempunyai daerah masing-masing terpisah antara satu dengan yang lainnya, baik itu dilihat dari segi objek formal material, objek penelitian, kriteria kebenaran dan juga peran yang dimainkan oleh ilmuan. Ungkapan lain mengatakan bahwa sains tidak mempedulikan agama dan agama pun tidak mempedulikan sains. Sebenarnya relasi antara sains dan agama dapat dirunut pada pemberontakan pemikiran yang dilakukan oleh para penemu di bidang sains terhadap kekuasaan gereja pada abad ke-15. Pertentangan pertama dilakukan oleh Galileo Galilei dengan membalik ide gereja yang mengatakan bahwa bumi sebagai pusat tata surya (geosentris), namun Galileo Galei berpendapat bahwa bukan bumi sebagai pusat tata surya akan tetapi mataharilah yang merupakan pusat tata surya (heliosentris). Satu hal yang paling memilukan dialami umat islam seluruh dunia dewasa ini adalah ketinggalan dalam persoalan ilmu pengetahuan dan teknologi, padahal untuk kebutuhan kontemporer, kehadiran IPTEK merupakan keharusan yang tidak dapat ditawar , terlebih IPTEK yang dapat membantu dan mempermudah manusia dalam memahami kekuasaan Allah swt serta melaksanakan tugas kepemimpinannya.
Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Akhsanul Huda
Idaarotul Ulum Vol 2 No 2 Desember (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i2 Desember.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan untuk melihat bagaimana mutu pendidikan disekolah. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif, yaitu reduksi data penyajian data dan verifikasi yang berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang dan prilaku yang diamati. Semua data-data tersebut dianalisis secara induktif. Dari hasil analisis yang peneliti lakukan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, menunjukkan bahwa peranan kepala sekolah sebagai administrator, pemimpin, dan supervisor dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan tergolong baik, karena kepala sekolah sudah melakukan administrasi dan menjalankan kepemimpinannya serta telah melaksanakan supervisi dengan baik. Mutu pendidikan tergolong cukup baik dengan melihat mutu lulusannya, proses belajar mengajarnya, kualitas guru, pengelolaan sekolah, dan sistem penilaian.
Kebijakan Pendidikan Agama Islam Pada Era Demokrasi Liberal Dan Demokrasi Terpimpin Akhsanul Huda
Idaarotul Ulum Vol 3 No 1 Juni (2021): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v3i1 Juni.137

Abstract

Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat lepas dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia dari masa penjajahan hingga masa sekarang (reformasi). Lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, Madrasah, Surau, dan semacamnya mempunyai andil besar terhadap proses pemerdekaan bangsa dari belenggu penjajah. Lembaga-lembaga tersebut menjadi tempat dan simbol perlawanan terhadap penjajah. Kenyataannya bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam, sejarah pendidikan islam di Indonesia mencakup fakta atau kejadian yang berhubungan dengan pertumbuhan pendidikan islam di Indonesia, baik formal maupun non formal. Pada masa demokrasi liberal terjadi perdebatan ideologi maka dalam usaha untuk menyelesaikan masalah perdebatan ideologi diambilah beberapa keputusan salah satunya adalah dengan mendirikan Kementerian Agama. Kemudian pada masa demokrasi terpimpin ditandai dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden Pada 1959 maka berakhirlah masa Demokrasi liberal, berubah menjadi Demokrasi terpimpin Soekarno. Di masa Demokrasi terpimpin ini, Soekarno kembali menyuarakan ide lamanya NASAKOM (Nasionalis, Agamis,dan Komunis), suatu pemikiran yang ingin menyatukan Nasionalis “sekular”, Islam dan Komunis. Gagasan ini adalah upaya untuk meredam gejolak politik antara kelompok-kelompok tersebut. Dengan menampung ketiganya dalam satu payung, Soekarno mencoba mengendalikan tiga unsur politik ini. Maka dari itu, kebijakan yang terjadi pada masa demokrasi liberal maupun demokrasi terpimpin dijabarkan dalam artikel ini.
Optimalisasi Manajemen IPendidikan Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Era Digital Rianto; Akhsanul Huda
Idaarotul Ulum Vol 6 No 2 (2024): Desember: Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v6i2.432

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk merencanakan hubungan antara lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat, dengan penekanan khusus pada membangun kerja sama yang efektif untuk mencapai kemajuan bersama. Beberapa hambatan utama yang diidentifikasi adalah, keterbatasan sumber daya, dan komunikasi yang buruk. Faktor-faktor yang menghambat ini dapat mengurangi partisipasi masyarakat dan kinerja program kolaboratif. Penelitian ini menawarkan berbagai cara untuk mengatasi tantangan tersebut. Pertama, komunikasi yang terbuka dan dua arah. Kedua, melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Ketiga, pengembangan program bersama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Terakhir, menggunakan teknologi informasi dapat membantu meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam dapat bekerja sama dengan masyarakat dengan lebih baik dengan menemukan tantangan dan menerapkan solusi yang tepat. Diharapkan ini akan membantu mencapai tujuan pendidikan dan pengembangan komunitas secara keseluruhan.
Strategi Kepala Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Bidang Teknologi Dan Informasi Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Di Pondok Pesantren Modern Minhajul Muttaqin Imron Rosadi; Akhsanul Huda; Agus Siswanto
Idaarotul Ulum Vol 7 No 1 (2025): Juni : Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v7i1.499

Abstract

This research is motivated by the author's interest in the Strategy of the Head of the Community Work Training Center (BLKK) in the Technology and Information Sector in improving Human Resources at the Minhajul Muttaqin Modern Islamic Boarding School. Meanwhile, current education has at least three dimensions of skills, including: work skills and survival along with life skills, learning skills and innovation, and information technology and media skills. This type of research is qualitative using a descriptive approach with data collection obtained through observation, interviews and documentation. In testing the validity of the data using data triangulation techniques. While data analysis techniques include data reduction, data display, drawing conclusions and verification. The results of this study indicate that the human resource development strategy at the BLKK of the Minhajul Muttaqin Modern Islamic Boarding School is through a graphic design training program for students, employees and the community around the Islamic boarding school with a facilitative training strategy. BLKK has carried out training quite well starting from, (1) Planning a skills development strategy that has prepared the needs of the training program using funds from the Republic of Indonesia's employment in accordance with the requirements and functions of the Work Training Center. However, the long-term program planning of BLKK has not been planned in a structured manner. (2) The implementation of the graphic design program strategy that is applied consists of three programs (competency units, support groups and on the job training (OJT), with the application of the material in training, it is able to develop skills specifically in graphic design. However, the implementation of the training has not been maximized, this can be seen from the obstacles experienced. (3) Evaluation of the training program strategy has an impact on participants, especially graphic design skills and work discipline. The evaluation of the training program is in the form of an evaluation report prepared by the manager as a report to the Serang Vocational Training Development Center (BBPVP).