Pendidikan agama pada masa remaja diyakini sebagai suatu yang sangat penting. Pendidikan termasuk pendidikan agama baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat harus selalu diupayakan agar nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan (nilai ilahi dan nilai insani) tertanam pada semua tingkat umur manusia. Pada penelitian ini mengkaji peran lingkungan pendidikan dalam hal ini pondok pesantren terhadap pembinaan akhlak remaja di Desa Srimulyo Kecamatan Madang Suku II Kabupaten Oku Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk deskriptif. Adapun yang menjadi informan sebagai sumber data dari penelitian ini adalah Kepala Desa Srimulyo, Kepala dan Pengurus Pondok Pesantren Fatkhul Ulum, Santri dan Remaja desa Srimulyo sementara untuk data tertulis yaitu bersumber dari arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi yang diperoleh dari pihak Pondok Pesantren yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada empat peran ponpes Fathul Ulum yaitu : 1) sebagai fasilitator, 2) Sebagai mobilisator, 3) Sebagai pengembangan sumberdaya manusia, dan 4) sebagai kontrol dalam pergaulan remaja. Metodepembinaan akhlak mencakup metode pembiasaan, metode uswah, danmetode nasehat. Faktor pendukungyaitu adanya sarana dan prasarana yang memadai, para ustadz berkompeten, pengurus ponpes yang membantu dalam setiap kegiatang.Sementara faktor penghambat adalah penyalahgunaan media teknologi informasi oleh para remajasertaminimnya dana yang digunakan dalam setiap kegiatan keagamaaan. Pesantren dalam perannya di tengah-tengah masyarakat telah mampu melahirkan daya guna bagi masyarakat. Sejarah panjang pesantren sebagai lembaga indigenous budaya Indonesia dan sekaligus sebagai subkultur budaya masyarakat Indonesia yang sampai saat ini memiliki peran penting dalam khazanah perkembangan pendidikan khususnya pendidikan Islam di Indonesia
Copyrights © 2021