Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap integrasi kurikulum bisnis tekstil halal dalam pembelajaran berbasis projek (PjBL), yang diterapkan pada Program Studi Rekayasa Tekstil di Universitas Islam Indonesia. Pandemi COVID-19 memicu perubahan signifikan dalam pendidikan kewirausahaan, mengharuskan peralihan cepat dari instruksi tatap muka ke format online (daring) sepenuhnya. Dalam konteks ini, PjBL muncul sebagai metode yang efektif untuk mendorong keterlibatan aktif dan meningkatkan minat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif dengan metode survei dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data persepsi mahasiswa terkait penerapan PjBL. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap aspek- aspek kompetensi kewirausahaan berdasarkan kerangka EntreComp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memberikan respons positif terhadap penerapan PjBL, khususnya terkait peningkatan kreativitas, kesadaran diri, dan efikasi diri. Meskipun demikian, beberapa tantangan, seperti literasi keuangan dan kerja sama tim juga teridentifikasi dari persepsi mahasiswa yang menunjukkan ruang untuk perbaikan dalam penerapan PjBL di masa mendatang.
Copyrights © 2024