Penelitian ini membahas perbandingan algoritma Fuzzy Mamdani dan Fuzzy Sugeno dalam sistem penyiraman otomatis tanaman bayam Brazil. Sistem ini dirancang menggunakan Arduino Uno dengan sensor kelembapan tanah dan suhu DS18B20 sebagai input fuzzy, serta sensor kelembapan udara untuk monitoring lingkungan. Modul RTC DS3231 digunakan untuk penyiraman terjadwal. Logika fuzzy menentukan durasi penyiraman berdasarkan kondisi lingkungan. Kedua metode diuji pada kondisi identik untuk menilai respons sistem, efisiensi air, dan akurasi kendali. Hasil menunjukkan bahwa Sugeno unggul dalam kecepatan eksekusi, namun Mamdani lebih fleksibel dalam pengaturan aturan dan memberikan kendali yang lebih presisi. Berdasarkan evaluasi, metode Fuzzy Mamdani dipilih untuk implementasi akhir karena lebih sesuai dengan kebutuhan sistem irigasi berbasis mikrokontroler. Penelitian ini mendukung pengembangan sistem irigasi hemat air dan adaptif terhadap kondisi lingkungan tanaman.
Copyrights © 2025