Penguatan karakter peserta didik menjadi salah satu prioritas utama dalam pendidikan abad ke-21 yang tidak hanya menekankan kompetensi akademik, tetapi juga integritas moral dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum sekolah menengah berbasis pesantren serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di dua sekolah menengah berbasis pesantren di Kalimantan Selatan, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum, serta implementasi kegiatan keagamaan secara rutin dan terstruktur. Strategi ini terbukti mampu menumbuhkan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru lintas mata pelajaran serta pengembangan kurikulum berbasis nilai Islam yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2025