Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Hukum Islam dalam Pembangunan Hukum Nasional di Indonesia Hasan Husaini; Mariani Mariani; Ahmadi Hasan; Jalaluddin Jalaluddin
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023): UNES LAW REVIEW (Desember 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1149

Abstract

The development of national law in Indonesia is a complex process involving various issues, interests, and expectations. Islamic law plays a crucial role in shaping the national legal system as one of the acknowledged sources of law. However, challenges in integrating Islamic law with national law encompass the diversity of interpretations, harmonization with constitutional principles, and practical obstacles in implementation. This study employs a literature review method with a normative approach. The literature review method is utilized to explore and analyze various documents and literature concerning the integration of Islamic law into the national legal system, enabling a more profound understanding of Islamic law and national law. The study's conclusion underscores the significant role of Islamic law in the development and formation of national law in Indonesia. Islamic law strongly influences the shaping of legal norms and values within the national legal system. Nevertheless, the integration of Islamic Law with National Law faces challenges and obstacles that must be overcome, including diverse interpretations, consensus among various parties, and a deep understanding of Islamic law within Indonesia's social context.
PRODUKSI DALAM TAFSIR AL-QUR’AN Hasan Husaini; Badruddin
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi November 2024)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v1i2.14

Abstract

Produksi dalam Islam memiliki dimensi spiritual, etis, dan sosial yang menjadi pembeda utama dari konsep produksi konvensional yang berorientasi pada keuntungan semata. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep produksi berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis ayat-ayat Q.S. Al-Hadid: 25, Al-Anbiya: 80, dan Saba’: 10-11. Ayat-ayat tersebut memberikan landasan penting tentang nilai-nilai produksi, termasuk keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan. Produksi dalam Islam dipahami sebagai bagian dari ibadah, di mana setiap aktivitas produksi harus dilakukan dengan niat yang benar, mematuhi syariat, dan bertujuan untuk membawa manfaat bagi manusia serta lingkungan. Penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur'an menekankan pentingnya peran manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan berorientasi pada kesejahteraan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan material, tetapi juga sebagai sarana mensyukuri nikmat Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan demikian, konsep produksi dalam Islam tidak hanya memprioritaskan aspek ekonomi, tetapi juga membangun keselarasan antara tujuan spiritual, sosial, dan lingkungan, yang relevan dalam mewujudkan keadilan dan keberlanjutan kehidupan.
PARADIGMA INTEGRASI INTERKONEKSI KEILMUAN : BIOGRAFI INTELEKTUAL M. AMIN ABDULLAH Bambang Hery Aryanto; Hasan Husaini
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi November)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v1i2.12

Abstract

Gagasan integrasi ilmu di Indonesia telah muncul sejak dekade tahun 1980-an tentang Islamisasi Ilmu, namun respon yang semakin serius terjadi semenjak adanya gerakan transformasi beberapa IAIN dan STAIN menjadi UIN pada tahun 2000-an. Hal ini menimbulkan kegelisahan bagi para ilmuan muslim, tak terkecuali M. Amin Abdullah. Kegelisahan ini membawanya pada sebuah pembagunan paradigma yang disebut dengan “integrasi interkoneksi keilmuan”. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan sketsa biografis intelektual M. Amin Abdullah, memahami konsep dasar paradigma integrasi interkoneksi keilmuan, dan mengetahui aktualisasi paradigma integrasi interkoneksi keilmuan. Sumber dari studi ini adalah karya-karya ilmiah yang berkaitan dengan kajian M. Amin Abdullah yang merupakan Guru Besar Filsafat Islam dan Studi Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Gagasan integrasi interkoneksi keilmuan yang ia tawarkan berangkat dari kesadaran bahwa setiap bangunan keilmuan, baik agama, sosial, humaniora, maupun alam tidak dapat berdiri sendiri tanpa kerja sama, saling tegur sapa, saling membutuhkan, saling koreksi, dan saling berhubungan satu sama lain. Paradigma berusaha saling menghargai; keilmuan umum dan agama sadar akan keterbatasan masing-masing dalam memecahkan persoalan manusia.
PRAKTIK PERTUKARAN MATA UANG DI LUAR BANK DI BANJARMASIN DALAM PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I Bambang Hery Aryanto; Hasan Husaini
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi November)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v1i2.18

Abstract

Topik ini membahas kesalahpahaman masyarakat terhadap hukum ekonomi syariah terkait praktik-praktik penukaran uang di luar bank, ketika terjadi peningkatan atau penurunan jumlah uang yang dipertukarkan dalam kegiatan tersebut, menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Sebaliknya, jika kita menukarkan uang di bank, kita akan menerima jumlah yang sama tanpa kelebihan atau kekurangan sedikit pun untuk pecahan atau perubahan kecil. Studi ini merupakan investigasi lapangan terhadap praktek penukaran uang rupiah di pinggir jalan. Penggunaan hukum syariah bersifat normatif. analisis untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh dari fakta-fakta yang ada, dilanjutkan dengan analisis fikih muamalah. Topiknya adalah oknum-oknum yang melakukan kegiatan penukaran uang di sepanjang jalan di Banjramasin. Pengguna atau konsumen adalah topik tambahan, dengan pemasok uang sebagai subjek utama. Berdasarkan perspektif Imam Syafi'i, suatu transaksi dikatakan sebagai akad qardl (hutang) jika melibatkan pertukaran uang dengan uang, dengan jumlah pertukaran yang disepakati, dan tidak ada kelebihan dana yang ditukar. Akad yang dikenal dengan istilah bai' hukman ini juga merupakan furu' jual beli. Informasi yang diungkap meliputi gambaran dasar wilayah studi, informasi responden, deskripsi kasus, dan analisis hukum ekonomi syariah yang melarang praktik pertukaran uang di luar bank Banjarmasin. Responden dan beberapa literatur fikih tentang pertukaran uang menjadi sumber data. Para penukar uang diwawancarai untuk pengumpulan data. Pengumpulan, penyajian, dan interpretasi data semuanya digunakan dalam pengolahan data. Untuk mengetahui bagaimana kajian hukum ekonomi syariah dikaitkan dengan transaksi uang di luar bank, data dianalisis dengan menggunakan metodologi perbandingan deskriptif, deduktif, dan kualitatif.
PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH ABAD KE 21 DI INDONESIA Hasan Husaini; Badruddin
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi November)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v1i2.20

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan ekonomi syariah di Indonesia selama abad ke-21 dengan fokus pada bagaimana perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, bagaimana kebijakan dan dukungan pemerintah, dan bagaimana perkembangan ekonomi syariah di Abad 21. Melalui metode penelitian literatur yang menyeluruh, data dan informasi yang relevan dikumpulkan dan dianalisis untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang tren, tantangan, dan peluang dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia telah menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, Dukungan pemerintah yang lebih terstruktur dan terpadu diharapkan dapat meningkatkan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dan mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah di Asia Tenggara, dan Ekonomi syariah di Indonesia saat ini di Abad 21 terus mengalami perkembangan yang positif. Hal ini ditunjukkan oleh semakin banyaknya lembaga keuangan syariah, peningkatan jumlah aset lembaga keuangan syariah, serta meningkatnya kontribusi sektor ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.
KONTRAK SEWA MENYEWA LAHAN PERSAWAHAN DENGAN PEMBAYARAN BERDASARKAN HASIL PANEN PERSPEKTIF MAZHAB SYAFI’I DI MASYARAKAT BANJAR HULU Hasan Husaini
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juni 2024)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v1i1.1

Abstract

Salah satu kegiatan masyarakat banjar pahuluan yang ada di Kalimantan Selatan salah satunya di Desa Pawalutan Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan sering melakukan transaksi sewa menyewa tanah persawahan untuk bercocok tanam padi bagi sebagian masyarakat yang tidak mempunyai lahan persawahan untuk digunakan dalam kegiatan bercocok tanam padi. Dalam hukum islam, sewa menyewa dibenarkan asal syarat dan rukun terpenuhi. Sehingga kegiatan sewa menyewa yang dilakukan di Desa Pawalutan tersebut sangat penting diteliti agar jelas apakah sesuai dengan hukum islam, dan apakah terpenuhi rukun dan syaratnya. Dalam penelitian ini jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yang dilakukan adalan kuantitatif. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kegaitan sewa menyewa yang dilakukan sesuai dengan rukun sewa menyewa menurut mazhab syafi’i yaitu : pelaku akad meliputi pemilik dan penyewa, objek yang disewakan meliputi biaya dan manfaat, dan ijab qabul. Hal ini tergambar dari kegiatan yang dilakukan yaitu penyewa datang kepada pemilik tanah atau sebaliknya yaitu si pemilik mencari orang yang ingin menyewa tahan, kemudian diskusi tentang keadaan lahan dan tanaman yang akan ditanam serta lokasi lahan persawahan, kemudian dilakukan persetujuan dengan membayar sewa melalui hasil panen dengan ketentuan 1 borongan (100 M²) sebesar 1 blek (20 liter) dengan jangka waktu satu kali bercocok tanam.
KONSEP MUDHARABAH DALAM SISTEM KEUANGAN ISLAM: ANALISIS FIQH DAN PRAKTIK PEMBIAYAAN Badruddin; Hasan Husaini
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi November 2024)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v1i2.15

Abstract

Mudharabah adalah salah satu bentuk kerjasama dalam ekonomi Islam, di mana pemilik modal (shahib al-mal) memberikan modal kepada pengelola (mudlarib) untuk dijalankan dalam usaha produktif. Keuntungan dari usaha tersebut dibagi berdasarkan kesepakatan, sementara kerugian sepenuhnya ditanggung oleh pemilik modal, kecuali jika ada kesalahan dari pengelola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep mudharabah dalam perspektif fiqih dan implementasinya dalam sistem keuangan syariah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai sumber fiqih dan pendapat para ulama mengenai rukun, syarat, dan jenis mudharabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mudharabah terdiri dari dua jenis, yaitu mudharabah mutlaqah yang bersifat fleksibel dan mudharabah muqayyadah yang lebih terikat pada spesifikasi usaha tertentu. Pembahasan ini juga menyoroti pentingnya kejelasan rukun dan syarat dalam akad mudharabah, yang mencakup modal, pekerjaan, dan keuntungan yang harus disepakati bersama. Implementasi mudharabah dalam sistem perbankan syariah dapat memberikan alternatif pembiayaan yang adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, serta mendukung terciptanya keadilan ekonomi dalam masyarakat.
BERBAGAI BENTUK DALAM JUAL BELI: BA’I AL-WAFA, BA’I AL-INAH, BA’I BITSAMAN ‘AJIL, DAN BA’I TAWARRUQ Badruddin; Hasan Husaini
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi November 2024)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v1i2.16

Abstract

Bai’ al-Wafa, Bai’ al-‘Inah, Bai’ Tawarruq, dan Bai’ Bitsaman Ajil adalah empat jenis akad dalam fiqh muamalah yang digunakan dalam transaksi jual beli. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep, hukum, dan penerapan dari masing-masing akad tersebut dalam praktik ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai pendapat ulama dari berbagai madzhab dan pandangan kontemporer tentang keempat akad tersebut. Bai’ al-Wafa’ adalah jual beli dengan syarat bahwa barang yang dijual dapat dibeli kembali oleh penjual pada waktu yang telah disepakati. Bai’ al-‘Inah melibatkan transaksi jual beli di mana barang dijual secara tunai kemudian dibeli kembali dengan harga lebih tinggi secara kredit. Bai’ Tawarruq adalah akad jual beli yang melibatkan tiga pihak dengan tujuan memperoleh uang tunai. Sementara itu, Bai’ Bitsaman Ajil adalah akad jual beli dengan pembayaran secara cicilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap akad memiliki perbedaan dalam hal tujuan dan penerapan syarat. Bai’ al-Wafa’ dianggap sah oleh sebagian ulama, sedangkan Bai’ al-‘Inah dan Bai’ Tawarruq sering diperdebatkan karena dianggap dapat mengarah pada praktik riba. Bai’ Bitsaman Ajil umumnya diterima sebagai pembiayaan berbasis jual beli yang sah dalam praktik perbankan syariah.
PERAN HUMAS DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP PEMERINTAH Hasan Husaini
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi November 2024)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v1i2.22

Abstract

Kepercayaan publik terhadap pemerintah merupakan elemen vital dalam menjamin stabilitas dan keberhasilan program-program pemerintah. Humas (Hubungan Masyarakat) memiliki peran strategis dalam membangun, memelihara, dan meningkatkan kepercayaan publik melalui komunikasi yang efektif, transparansi, dan hubungan yang saling menguntungkan antara pemerintah dan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran humas dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, dengan fokus pada strategi komunikasi, pengelolaan krisis, serta penerapan teknologi informasi dalam praktik humas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menggali konsep-konsep utama dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas yang proaktif, adaptif, dan berbasis data dapat menjadi kunci dalam membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
Penguatan Karakter Peserta Didik melalui Integrasi Nilai Islam dalam Pendidikan Abad ke-21 Hasan Husaini
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 1 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Juli 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i1.7

Abstract

Penguatan karakter peserta didik menjadi salah satu prioritas utama dalam pendidikan abad ke-21 yang tidak hanya menekankan kompetensi akademik, tetapi juga integritas moral dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum sekolah menengah berbasis pesantren serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di dua sekolah menengah berbasis pesantren di Kalimantan Selatan, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum, serta implementasi kegiatan keagamaan secara rutin dan terstruktur. Strategi ini terbukti mampu menumbuhkan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru lintas mata pelajaran serta pengembangan kurikulum berbasis nilai Islam yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.