Ketahanan pangan menjadi isu strategis di tengah tantangan krisis iklim, disrupsi ekonomi, dan ketimpangan distribusi pangan. Pendekatan berbasis komunitas muncul sebagai solusi untuk memperkuat sistem pangan melalui keterlibatan masyarakat lokal dalam produksi, distribusi, dan konsumsi pangan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana kolaborasi komunitas dapat meningkatkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada komunitas pertanian urban dan desa organik di Kalimantan Selatan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara petani, pelaku UMKM, dan organisasi masyarakat menciptakan sistem pangan yang tangguh, berbasis nilai gotong royong dan kesadaran ekologis. Ketahanan pangan dicapai tidak hanya melalui ketersediaan pangan, tetapi juga melalui kemandirian, keberlanjutan, dan keadilan distribusi. Penelitian ini menekankan perlunya dukungan kebijakan dan pendampingan berkelanjutan agar model komunitas ini dapat direplikasi secara lebih luas.
Copyrights © 2025