Transformasi digital telah menghadirkan kompleksitas baru dalam manajemen talenta seiring dominasi Generasi Milenial dan Z dalam komposisi tenaga kerja global. Penelitian tinjauan literatur naratif ini bertujuan mengidentifikasi praktik manajemen talenta yang efektif dalam meningkatkan retensi karyawan generasi muda di era digital. Melalui analisis komprehensif terhadap sepuluh studi empiris yang dipublikasikan periode 2022-2024 dari berbagai konteks geografis, penelitian ini mengungkapkan bahwa pengembangan karir berkelanjutan, kompensasi kompetitif, fleksibilitas kerja, budaya organisasi inklusif, dan employer branding autentik merupakan lima pilar fundamental strategi retensi. Temuan menunjukkan kepuasan kerja berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara praktik manajemen talenta dan retensi karyawan, dengan praktik efektif mampu menjelaskan 33% variasi tingkat retensi. Transformasi digital memfasilitasi personalisasi program pengembangan, real-time feedback, dan predictive analytics yang meningkatkan efektivitas talent management. Perbedaan karakteristik antara Generasi Milenial dan Z teridentifikasi dalam orientasi karir, literasi digital, dan preferensi gaya kerja, mengindikasikan perlunya customization strategi dengan tetap mempertahankan prinsip universal. Employer branding dengan lima dimensi nilai (development, economic, social, interest, application) menjadi diferensiator penting dalam menarik talenta. Penelitian menghasilkan kerangka konseptual integratif yang memberikan panduan praktis bagi organisasi dalam merancang strategi manajemen talenta responsif terhadap dinamika workforce multi-generasi di era digital.
Copyrights © 2025