Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etnofarmakologi ramuan sembur masyarakat Karo sebagai pengobatan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Merupakan bagian integral dari pengetahuan tradisional masyarakat Karo. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan etnobotani dan etnofarmakologi dengan metode wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi terhadap tanaman obat yang digunakan. Hasil temuan menunjukkan bahwa ramuan sembur terdiri dari berbagai komponen tanaman herbal seperti daun balsam, beras, lada hitam, akar jeringau, jintan kecil, pala, jahe merah dan lainnya, yang diolah secara tradisional dengan teknik mencincang dan menjemurnya dibawah teruk matahari hingga kering, kemudian digunakan dalam bentuk semburan (inhalasi) atau kompres. Ramuan ini digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan seperti masuk angin, sakit kepala, flu, demam, perut kembung. Selain itu, penelitian juga mengungkap nilai-nilai budaya dan kepercayaan yang terkandung dalam penggunaan ramuan ini, serta pentingnya pelestarian pengetahuan etnobotani sebagai bagian dari keanekaragaman hayati dan warisan budaya lokal. Dengan demikian, analisis etnofarmakologi ini tidak hanya mengungkap potensi farmakologis ramuan sembur, tetapi juga menekankan perlunya dokumentasi dan pendekatan berkelanjutan dalam pelestarian kekayaan obat tradisional masyarakat Karo.
Copyrights © 2025