Latar Belakang : Perpustakaan sekolah memegang peranan strategis dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat sumber informasi yang menunjang budaya literasi di sekolah dasar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kontribusi perpustakaan dan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library investigate) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis isi terhadap berbagai literatur keislaman, hadis, serta fenomena sosial kontemporer. Hasil dan Pembahasan : Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan literasi seperti membaca 15 menit sebelum pembelajaran, pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, serta penciptaan lingkungan sekolah yang kaya akan teks memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi siswa. Namun, masih ditemukan kendala dalam optimalisasi pemanfaatan perpustakaan dan keterlibatan publik. Kesimpulan : Dibutuhkan sinergi antara guru, pengelola perpustakaan, dan orang tua untuk memperkuat implementasi GLS dan menumbuhkan budaya literasi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025