Latar Belakang : Pariban Hotspring di Desa Semangat Gunung memiliki daya tarik alam yang kuat dan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, pengelolaan wisata desa ini belum optimal, sehingga wisata ini mengalami stagnasi manfaat ekonomi di tingkat masyarakat desa akibat model pengelolaan yang tidak inklusif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pengelolaan objek wisata Pariban Hotspring yang terletak di Desa Semangat Gunung, Brastagi, serta dampaknya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Pariban Hotspring masih terpusat pada pihak eksternal, dengan partisipasi masyarakat yang rendah (62,5% responden tidak terlibat aktif). Distribusi manfaat ekonomi tidak merata, di mana lebih dari separuh total pendapatan hanya dinikmati oleh satu pihak. Selain itu, belum adanya kelembagaan desa wisata seperti BUMDes atau Pokdarwis, minimnya pelatihan keterampilan, serta absennya promosi digital, memperkuat ketimpangan pengelolaan. Kesimpulan : Penelitian ini merekomendasikan pembentukan kelembagaan desa, pelatihan masyarakat, digitalisasi promosi, dan penerapan model Community-Based Tourism (CBT) yang terintegrasi dengan pendekatan kolaboratif Pentahelix. Hasil penelitian diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan model pengelolaan wisata desa yang partisipatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025