Viabilitas benih kedelai (Glycine max L.) cenderung menurun selama penyimpanan, sehingga diperlukan teknik invigorasi untuk memperbaikinya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap viabilitas dan vigor benih kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan konsentrasi ekstrak (0%, 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% %) dan lama perendaman (3, 6, dan 9 jam) dengan tiga ulangan. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 80% dengan perendaman 9 jam memberikan hasil terbaik, ditandai dengan potensi tumbuh sebesar 80,89%, daya kecambah 29,78% dan 19,28%, vigor 62,67%, kecepatan 15,87% dan 22,72% serta keserampakan tumbuh yang lebih tinggi sebesar 17,33%, serta penurunan kecambah abnormal sebesar 17,33% dan benih mati sebesar 22,87%. The viability of soybean seeds (Glycine max L.) tends to decline during storage, thus requiring invigorating techniques to restore their quality. This study aimed to evaluate the effect of shallot (Allium cepa L.) extract on the viability and vigor of soybean seeds. A Factorial Completely Randomized Design was applied with extract concentrations (0%, 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% and soaking durations (3, 6, and 9 hours), each replicated three times. The results showed that a concentration of 80% combined with 9 hours of soaking produced the best outcomes, characterized by germination potential of 80.89%, germination percentages of 29.78% and 19.28%, vigor of 62.67%, growth speed of 15.87% and 22.72%, and higher uniformity of 17.33%, along with reduced abnormal seedlings (17.33%) and dead seeds (22.87%).
Copyrights © 2025