Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Growth and Productivity of Tidore Local Chili (Capsicum sp) with Green Fertilizer on Marginal Soil Type in Campus IV Area of Khairun University Abdullah, Hayun; Mahmud, Shubzan Andi; Haryanto, Sugeng; Abdullatif, Zauzah
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 17 No. 2 (2024): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v17i2.2207

Abstract

This study explores the potential of weeds as a source of green fertilizer to increase the growth and production of local Tidore chilli plants (Capsicum annuum L) on marginal land. Using a Random Group Design, five green manure treatments were tested, namely without green manure (control), Clotalaria juncea, Ageratum conyzoides, Cassia tora, and Colopogonium mucanoides. The analysis showed that using Crotalaria juncea green fertilizer significantly impacted plant height, number of primary branches, petioles, and flowers and fruits. This green fertilizer also increases the fruit's fresh weight, with the highest average reaching 296.50 g in the 4th harvest. These findings show that using weeds as green fertilizer can be a sustainable alternative to improve soil fertility and agricultural productivity on marginal land.
PRAKTEK DAN KUNJUNGAN LAPANGAN MAHASISWA DAN DOSEN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KHAIRUN Samad, Sofyan; Syafi, Sartika; Soenarsih Diah A. Soeroso, Sri; Andi Mahmud, Shubzan; Abdullah, Hayun; Sabban, Helda; Handayani Arifin, Tuti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.3736-3750

Abstract

Kegiatan pembelajaran lapangan Agroteknologi di Kota Tomohon dan Balai Riset dan Pengembangan Tanaman Palma (BRMP) Mapanget, Manado, Sulawesi Utara menunjukkan pentingnya pendekatan transdisipliner yang mengintegrasikan sains, kebijakan, teknologi, dan kewirausahaan dalam kerangka sosial-ekologis yang kompleks. Peran dosen tidak hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga fasilitator kontekstual yang menegaskan prinsip constructive alignment antara capaian pembelajaran, aktivitas lapangan, dan evaluasi. Perspektif kebijakan dari Dinas Pertanian Kota Tomohon menekankan pengembangan hortikultura dan florikultura berbasis bukti melalui penguatan rantai nilai, tata kelola partisipatif, dan inovasi kelembagaan, sehingga pembangunan pertanian dipahami tidak semata dari aspek produksi, tetapi juga regulasi dan dinamika pasar. Sementara itu, BRMP menegaskan pentingnya pemuliaan varietas unggul, konservasi plasma nutfah, bioteknologi perbanyakan, dan inovasi pascapanen sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan dan transformasi bioindustri berkelanjutan. Dalam konteks agroklimat pegunungan Tomohon, pembahasan menekankan interaksi genotipe–lingkungan, intensifikasi ekologis, dan konservasi varietas lokal sebagai fondasi agrobiodiversitas. Integrasi kultur jaringan, manajemen pascapanen digital, dan konsep Agriculture 4.0 memperluas pemahaman mahasiswa mengenai efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing global. Kerangka holistik ini membentuk cara pandang agronomi sebagai sistem transdisipliner yang resilien, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan iklim serta tantangan pangan global.
Uji Invigorasi Ekstrak Bawang Merah Terhadap Viabilitas Benih Kedelai (Glycine max L.): Invigoration Test of Shallot Extract on the Viability of Soybean (Glycine max L.) Seeds Arifin, Tuti Handayani; Sri Soenarsih DAS; Shubzan Andi Mahmud
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 3 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i3.6920

Abstract

Viabilitas benih kedelai (Glycine max L.) cenderung menurun selama penyimpanan, sehingga diperlukan teknik invigorasi untuk memperbaikinya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap viabilitas dan vigor benih kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan konsentrasi ekstrak (0%, 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% %) dan lama perendaman (3, 6, dan 9 jam) dengan tiga ulangan. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 80% dengan perendaman 9 jam memberikan hasil terbaik, ditandai dengan potensi tumbuh sebesar 80,89%, daya kecambah 29,78% dan 19,28%, vigor 62,67%, kecepatan 15,87% dan 22,72% serta keserampakan tumbuh yang lebih tinggi sebesar 17,33%, serta penurunan kecambah abnormal sebesar 17,33% dan benih mati sebesar 22,87%. The viability of soybean seeds (Glycine max L.) tends to decline during storage, thus requiring invigorating techniques to restore their quality. This study aimed to evaluate the effect of shallot (Allium cepa L.) extract on the viability and vigor of soybean seeds. A Factorial Completely Randomized Design was applied with extract concentrations (0%, 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% and soaking durations (3, 6, and 9 hours), each replicated three times. The results showed that a concentration of 80% combined with 9 hours of soaking produced the best outcomes, characterized by germination potential of 80.89%, germination percentages of 29.78% and 19.28%, vigor of 62.67%, growth speed of 15.87% and 22.72%, and higher uniformity of 17.33%, along with reduced abnormal seedlings (17.33%) and dead seeds (22.87%).
Pemanfaatan Lahan Pekarangan dalam Upaya Membudidayakan Tanaman Hortikultura dengan Teknik Vertikulture di Desa Faudu Kecamatan Pulau Hiri Arifin, Tuti Handayani; Darmawan, M.; Melati, Rima; Andi Mahmud, Shubzan
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v2i2.7372

Abstract

Lokasi padat penduduk membuat Desa Faudu kekurangan lahan untuk dapat digunakan sebagai lahan budidaya tanaman sehingga pemanfaatan lahan pekarangan dengan teknik vertikulture adalah salah satu cara yang dapat diterapkan oleh masyarakat.  Vertikulture merupakan Teknik budidaya tanaman secara vertikal, dimana penanamannya dilakukan secara bertingkat sehingga memungkinkan untuk berkebun dengan memanfaatkan tempat secara efisien. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Faudu Kecamatan Pulau Hiri dengan menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan yang dihadiri oleh masyarakat umumnya ibu-ibu rumah tangga dengan tujuan dapat menjadi solusi dalam penyediaan bahan pangan bagi keluarga. Capaian dari kegiatan ini adalah masyarakat sangat tertarik untuk memulai budidaya tanaman dengan memanfaatkan pekarangan mereka dengan harapan dapat menikmati hasil budidaya tanaman bersama keluarga.