Perluasan ilmu kepelatihan dan biomekanika olahraga menjadi krusial untuk meningkatkan prestasi atlet di Indonesia, khususnya pada cabang lari cepat yang menuntut efisiensi gerakan maksimal. Oleh karena itu, penelitian yang berfokus pada analisis gerakan spesifik pada setiap fase lari (start, akselerasi, finis) antara atlet dengan level kompetisi berbeda memiliki urgensi tinggi sebagai dasar untuk menyusun program latihan yang terstandardisasi dan adaptif. Penelitian ini menganalisis perbedaan gerakan pada atlet lari cepat nasional dan daerah di tiga fase: start, akselerasi, dan finis. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, studi ini mengumpulkan data primer dan sekunder. Analisis data primer menggunakan aplikasi Kinovea mengkonfirmasi perbedaan gerakan spesifik pada setiap fase. Pada fase start, terdapat perbedaan sudut pada pinggul dan pergelangan kaki. Pada fase akselerasi, perbedaan signifikan terlihat pada sudut pinggul, lutut, kepala humerus, dan siku. Sementara itu, pada fase finis, perbedaannya terutama pada sudut pinggul. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa terdapat perbedaan sudut gerakan yang jelas antara atlet sprint nasional dan daerah di setiap fase lari, yang berkontribusi langsung pada perbedaan performa mereka. Perbedaan ini paling menonjol pada titik-titik sudut yang disebutkan, yang memengaruhi efisiensi dan kecepatan lari. Hasil studi ini dapat menjadi panduan penting dalam mengoptimalkan teknik dan program pelatihan sprint.
Copyrights © 2025