Transformasi digital telah membuka peluang baru bagi pelestarian budaya lokal melalui desain komunikasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi desain komunikasi visual yang efektif dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui platform digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur, melibatkan analisis terhadap 25 publikasi ilmiah internasional dan nasional tahun 2018–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain komunikasi visual memainkan peran sentral dalam membangun jembatan antara tradisi dan teknologi digital melalui tiga dimensi utama: representasi simbolik, partisipasi masyarakat, dan inovasi kolaboratif. Platform digital seperti media sosial, aplikasi interaktif, dan virtual museum terbukti meningkatkan akses serta partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya. Namun, tantangan etika, autentisitas, dan keberlanjutan masih menjadi hambatan utama dalam memastikan integritas budaya di ruang digital. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan model kolaboratif yang melibatkan desainer, pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal untuk mewujudkan pelestarian budaya yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada inovasi sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa desain komunikasi visual tidak hanya berfungsi sebagai medium ekspresi estetika, tetapi juga sebagai strategi budaya untuk memperkuat identitas nasional di era digital. Kata Kunci: desain komunikasi visual, pelestarian budaya, platform digital, kolaborasi budaya, keberlanjutan
Copyrights © 2025