Teknologi digital sebenarnya sebutan untuk perkembangan dunia ilmu pengetahuan yang dari perkiraan dan tak terprediksikan dimana sudah menjadi pemandangan umum kita menjumpai anak-anak lebih banyak bermain dengan gadget( ponsel pintar, tablet, komputer, hingga konsol game). Tulisan ini menguraikan sejumlah tantangan yang mesti dihadapi oleh pendidikan islam sebagai akibat dari perkembangan kehidupan dunia yang sering disebut globalisasi. Kemajuan teknologi digital merombak tradisi dan budaya dengan segala kekayaannya, mulai model pakaian gaya hidup (life style) hingga budaya pragmatisme, materialisme dan hedonisme bahkan kekerasan pada anak-anak. Budaya mental instan dan serba mencukupkan formalitas merupakan dampaknya yang lain. Strategi yang bisa dilakukan pendidikan Islam adalah proteksi dan sekaligus proyeksi. Proteksi adalah prinsip konservasi nilai, untuk membentengi nilai-nilai luhur dari ancaman nilai dan budaya luar yang cenderung destruktif. Sementara proyeksi adalah prinsip progresivitas yakni strategi yang mengharuskan lembaga pendidikan Islam dan dunia pendidikan pada umumnya untuk meningkatkan kwalitasnya, meletakkan visi-misi yang jelas sesuai hasil pengamatannya terhadap masa depan.
Copyrights © 2024