Keaktifan pada anak usia dini tidak menjadi pusat utama, karena perhatian seringkali hanya terfokus pada keahlian anak dalam menyelesaikan tugas atau capaian akademik tertentu dalam suatu pembelajaran, sehingga aspek keterlibatan emosional, sosial, dan partisipatif aktif anak sering diabaikan dalam proses belajar-mengajar di kelas. padahal keaktifan anak dalam kegiatan pembelajaran menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan keberhasilan proses belajar. Namun dalam kenyataannya, banyak anak yang cenderung pasif dan kurang terlibat secara aktif, terutama dalam pembelajaran yang bersifat satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan anak usia dini melalui metode eksperimen seni dengan menggunakan media kolase. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di RA Al-Ghufron, dengan subjek anak di dalam kelas B. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi kegiatan anak selama proses pembelajaran berlangsung. Pada siklus pertama, anak masih cenderung pasif, bekerja sendiri, dan minim interaksi, tidak banyak bertanya terhadap teman satu sama lain, Namun pada siklus kedua, setelah diberikan stimulus berupa media kolase, terlihat peningkatan keaktifan anak secara signifikan. Ini memungkinkan bahwa anak memiliki minat tinggi terhadap pembelajaran yang menarik karena Anak-anak menjadi lebih ceria, aktif bertanya kepada guru, dan sering berinteraksi dengan teman-temannya. Hasil ini menunjukkan bahwa metode eksperimen seni dengan media kolase mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan merangsang partisipasi aktif anak dalam proses belajar. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pendidik PAUD untuk memanfaatkan pendekatan seni eksploratif dan menarik sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keaktifan anak usia dini.
Copyrights © 2025