Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas panen dan produksi padi terhadap produksi beras di Kota Tasikmalaya selama periode 2018–2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya. Metode analisis yang digunakan mencakup statistik deskriptif, perhitungan rendemen konversi dari padi ke beras, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi beras mengalami fluktuasi, dengan capaian tertinggi pada tahun 2022 sebesar 31.318,96 ton dan penurunan signifikan pada tahun 2023 menjadi 23.081,29 ton. Rendemen aktual pada tahun 2023 sebesar 57,74%, lebih rendah dibandingkan rerata nasional (62–65%), yang menunjukkan adanya kehilangan hasil dalam proses pascapanen. Model regresi menunjukkan bahwa produksi padi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produksi beras, sementara luas panen memiliki koefisien negatif yang dipengaruhi oleh gejala multikolinearitas. Nilai koefisien determinasi (R²) yang tinggi menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi produksi padi dan peningkatan efisiensi pascapanen sebagai strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Copyrights © 2025