Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan miskonsepsi perkalian pada calon guru MI/SD, khususnya mahasiswa PGMI Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Sebanyak 19 mahasiswa dipilih sebagai subjek melalui teknik purposive sampling untuk dianalisis. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan wawancara , dengan fokus pada miskonsepsi konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang di sekolah dasar. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami miskonsepsi dengan menjabarkan 4 × 3 sebagai 4 + 4 + 4, yang sebenarnya merupakan ekspresi dari 3 × 4. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (89,5%, 17 dari 19 subjek ) mengalami miskonsepsi yang serupa namun dengan pola yang beragam serta kurangnya pemahaman konseptual terhadap struktur perkalian sebagai pengelompokan berulang, meskipun sifat komutatif operasi perkalian secara matematis benar. Hasil analisis mengindikasikan perlunya intervensi pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep yang benar dan penggunaan media visual atau manipulatif untuk mengatasi miskonsepsi ini agar mahasiswa calon guru mampu mengajarkan konsep perkalian secara tepat kepada siswa di tingkat dasar.
Copyrights © 2025