Pemahaman konsep matematika siswa teridentifikasi masih rendah, di mana persentase ketuntasan harian matematika siswa kelas VIII rata-rata di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70. Permasalahan ini disebabkan oleh dominasi pembelajaran konvensional yang terpusat pada guru, yang mengakibatkan siswa pasif, kurang terlibat aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan, dan cenderung menghafal rumus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas Model Pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimen dengan jenis The Static Group Comparison Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII, dan sampel diambil secara acak dengan Teknik Simple random sampling. Hasil analisis uji-t menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar menggunakan Model CORE secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2024