Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya partisipasi remaja dan pemuda dalam olahraga pasca pandemi, termasuk bola voli yang populer di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kegembiraan dan tanggung jawab latihan olahragawan serta peolahraga bola voli remaja dan pemuda di Jawa Timur, membandingkan perbedaan di antara keduanya, serta menganalisis hubungan kedua variabel tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei dengan instrumen terstandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kegembiraan berolahraga tergolong tinggi, terutama pada olahragawan, yang mencerminkan motivasi intrinsik kuat dan pengalaman emosional positif. Sebaliknya, tanggung jawab latihan masih belum optimal, khususnya pada peolahraga non-kompetitif, akibat rendahnya self-efficacy, motivasi internal, dan keteraturan latihan. Analisis lebih lanjut menemukan perbedaan signifikan antara olahragawan dan peolahraga dalam kedua variabel, di mana olahragawan konsisten menunjukkan skor lebih tinggi berkat dukungan sosial, struktur latihan yang terorganisir, dan tujuan prestasi yang jelas. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kegembiraan berolahraga dan tanggung jawab latihan. Artinya, kesenangan saja tidak cukup untuk membentuk komitmen berlatih tanpa regulasi diri, tujuan jangka panjang, dan dukungan eksternal. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembinaan yang holistik dengan mengintegrasikan motivasi intrinsik, pembinaan karakter, serta dukungan sosial-psikologis dalam pengembangan atlet muda
Copyrights © 2025