Transformasi digital dan disrupsi teknologi telah menciptakan urgensi bagi organisasi untuk mengembangkan learning culture sebagai fondasi keunggulan kompetitif berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka kerja sumber daya manusia yang holistik untuk menciptakan budaya pembelajaran organisasi melalui program upskilling dan reskilling yang efektif. Menggunakan metode narrative literature review dengan analisis sistematis terhadap publikasi periode 2021-2025 dari database akademis terkemuka, penelitian ini mengintegrasikan perspektif teoretis dan empiris mengenai learning culture, keunggulan kompetitif, dan strategi pengembangan karyawan. Temuan menunjukkan bahwa continuous learning culture memiliki pengaruh terkuat terhadap adaptabilitas karyawan, dimana koneksi sistem, embedded systems, dan kolaborasi menjadi faktor paling signifikan dalam membangun budaya pembelajaran efektif. Digital Transformation Skills Framework dengan enam skillsets utama memberikan panduan komprehensif untuk inisiatif reskilling dan upskilling di era Industry 4.0. Implementasi efektif memerlukan pendekatan holistik melibatkan komitmen kepemimpinan konsisten, infrastruktur teknologi pembelajaran, psychological safety, dan kolaborasi multi-stakeholder. Organisasi yang berhasil mengintegrasikan learning culture menunjukkan peningkatan produktivitas 17%, retensi talenta lebih tinggi, dan kemampuan superior merespons perubahan pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan konsep learning culture dan keunggulan kompetitif dalam kerangka kohesif, serta kontribusi praktis berupa panduan operasional bagi praktisi SDM dalam merancang strategi pembelajaran transformatif. Implikasi strategis menekankan bahwa investasi dalam learning culture memberikan return on investment signifikan melalui peningkatan inovasi, adaptabilitas organisasi, dan employer branding yang kuat dalam menghadapi dinamika pasar kerja masa depan.
Copyrights © 2025