Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan stigma negatif “kampung penadah” terhadap Desa Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, melalui komentar pada video YouTube CNN Indonesia. Pendekatan analisis isi dilakukan untuk mengelompokkan komentar menjadi negatif, netral, dan pembelaan. Sebagian besar komentar mendukung stigma negatif, memperkuat stereotip kriminalitas terhadap desa tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori kultivasi yang menjelaskan bagaimana media memengaruhi persepsi publik melalui narasi yang konsisten. Algoritma media sosial memperbesar visibiltas komentar emosional, yang selanjutnya memperkuat stigma. Dampaknya, warga Sukolilo mengalami diskriminasi dan pengucilan sosial, yang merugikan secara ekonomi dan sosial. Hasil penelitian ini menyoroti peran media digital dalam membentuk opini publik dan dampaknya terhadap wilayah atau komunitas lokal tertentu
Copyrights © 2025