ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan menurut Ṭāḥā Ḥusayn, seorang pemikir modernis Arab abad ke-20 yang dikenal sebagai pelopor reformasi pendidikan di Mesir. Melalui pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menelusuri gagasan-gagasan Ḥusayn sebagaimana tertuang dalam karya-karyanya seperti The Days dan The Future of Culture in Egypt, serta ditunjang oleh kajian kritis dari literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ḥusayn memandang pendidikan sebagai hak kodrati yang harus dijamin negara secara setara, tanpa diskriminasi kelas sosial, ekonomi, maupun gender. Ia menawarkan pembaruan pendidikan melalui tiga dimensi utama: pertama, integrasi kurikulum antara ilmu agama dan ilmu modern; kedua, metode pengajaran yang berbasis rasionalitas, dialog, dan pembentukan nalar kritis; ketiga, akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan dan kaum miskin. Pemikiran ini sangat relevan dengan wacana pendidikan Islam kontemporer di Indonesia, terutama dalam hal pengembangan kurikulum integratif, pedagogi kritis, serta inklusivitas sosial dalam penyelenggaraan pendidikan. Kata Kunci: Ṭāḥā Ḥusayn, Pendidikan Modern, Kurikulum Integratif.
Copyrights © 2025