Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perilaku struktur gedung serbaguna dengan sistem struktur balok-kolom beton bertulang dengan atap mono beam menggunakan glulam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode analisis numerik berbasis perhitungan struktural. Analisis struktur menggunakan perangkat lunak analisis elemen hingga untuk mengevaluasi respons struktur terhadap beban gempa. Analisis dilakukan dengan metode statik ekivalen sesuai dengan SNI 1726:2019. Ruang lingkup penelitian yaitu struktur bangunan gedung terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat dengan parameter SDs sebesar 0,77 dan SD1 sebesar 0,77. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu waktu getar ragam 3 (tiga) ragam pertama memenuhi ketentuan translasi pada kedua arah utama gedung dan rotasi. Deformasi dan drift yang terjadi memenuhi persyaratan batasan ijin sesuai SNI 1726:2019. Kolom dan balok beton bertulang mempunyai kapasitas yang dapat menahan beban terfaktor maksimum. Glulam bentang 35m direncanakan mempunyai kapasitas yang mencukupi menahan beban terfaktor maksimum yang terjadi sehingga teknologi berbasis kayu rekayasa dapat menjadi alternatif solusi struktur bentang panjang.
Copyrights © 2025