Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran laba dan arus kas sebagai indikator financial distress pada perusahaan non-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2022. Financial distress diukur menggunakan model Altman Z-Score dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel penelitian terdiri dari 11 perusahaan non-bank yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa laba lebih konsisten dalam memberikan sinyal kondisi financial distress dibandingkan arus kas. Perusahaan dengan laba positif cenderung memiliki Z-Score yang sehat, meskipun arus kas operasionalnya kadang negatif. Sebaliknya, perusahaan dengan laba negatif menunjukkan kecenderungan mengalami penurunan Z-Score hingga mendekati kategori distress, walaupun arus kasnya positif. Temuan ini menegaskan bahwa laba lebih relevan dijadikan indikator utama untuk memprediksi financial distress pada perusahaan non-bank di Indonesia, sedangkan arus kas hanya berperan sebagai indikator pendukung. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi investor, kreditor, dan manajemen dalam mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan.
Copyrights © 2025