Kemajuan teknologi digital yang masif dan canggih, terutama internet dan komunikasi, telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek sendi-sendi kehidupan, termasuk praktik keagamaan Kristen. Hal ini memengaruhi pemahaman dan praktik spiritualitas di kalangan gereja beraliran Pentakosta. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan teologis dalam bingkai gereja Pentakosta tentang gereja digital, antara menemukan iman sejati atau justru mengaburkan batas antara yang sakral dan yang profan. Penulis menggunakan pendekatan studi literatur yaitu menganalisis buku atau artikel yang relevan bagi penelitian ini. Harapannya temuan kajian ini dapat memberikan wawasan baru yaitu rekonseptualiasai gereja Pentakosta dalam praktik pelayanannya di era digital tanpa kehilangan inti dari imannya.
Copyrights © 2025