Kota Banjarmasin dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, di mana sungai tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap nilai-nilai sosial yang lahir dari budaya sungai, memahami bagaimana nilai tersebut membentuk perilaku masyarakat, sekaligus mengeksplorasi potensinya dalam pendidikan formal, khususnya pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan Teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap masyarakat yang hidup dan sehari-hari beraktivitas di sekitar sungai. Hasil penelitian menemukan bahwa sungai tidak hanya dipandang sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai ruang pendidikan nilai, tempat generasi muda belajar tanggung jawab, gotong royong, dan kesadaran ekologis. Integrasi budaya sungai ke dalam pembelajaran IPS terbukti mampu memperkaya pengalaman belajar siswa secara kontekstual sekaligus menanamkan karakter ekologis yang relevan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan. Artikel ini menawarkan perspektif baru: sungai bukan hanya warisan budaya, melainkan juga sarana pendidikan strategis untuk menumbuhkan generasi yang peduli pada lingkungan dan identitas lokalnya.
Copyrights © 2025