Salah satu kebijakan kepala sekolah SMP PMT Prof. Dr. Hamka II Padang untuk menunjang kualitas pembelajaran yaitu mewajibkan setiap guru membuat perangkat pembelajaran sendiri, berupa modul yang dijadikan pegangan oleh siswa. Modul ini dibuat berdasarkan materi yang terdapat dalam kurikulum selama satu tahun pembelajaran. Tingginya komitmen guru dalam membuat modul, merupakan modal utama untuk memiliki karya sendiri yang dapat dipakai secara nasional dalam bentuk buku teks. Namun, masih tingginya angka plagiasi, belum terstrukturnya penulisan, minimnya referensi yang digunakan, serta belum memahami bagaimana struktur penulisan buku teks, menjadi persoalan utama yang dihadapi oleh guru-guru tersebut. Permasalahan ini menjadi motivasi tim pengabdian memberikan pelatihan penulisan buku teks berdasarkan Kurikulum Merdeka. Menggunakan tiga langkah metode, yakni; 1) Persiapan; melakukan observasi dan diskusi; 2) Pelaksanaan, melakukan worshop dan pelatihan penulisan; 3) Evaluasi, dengan memberi masukan terhadap draf buku teks yang sudah dibuat oleh guru. Pelatihan ini disambut dengan baik oleh kepala sekolah dan seluruh guru, terbukti dengan ikutnya semua guru dalam pelatihan, aktif dalam berdiskusi, dan mengirim draf buku teksnya pada tim pengabdian untuk diberi masukan. Mendorong guru memiliki karya sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Memiliki bahan ajar yang ditulis sendiri juga menjadi sarana bagi guru untuk lebih menguasai pembelajaran dalam kelas.
Copyrights © 2025