Gangguan jiwa meliputi depresi, stress, skizofrenia, gangguan bipolar merupakan masalah signifikan baik secara internasional, nasional dan regional. Data WHO lebih dari 264 juta jiwa manusia mengalami gangguan jiwa disebabkan berbagai faktor. Sejatinya di era modern ini sesuai perkembangan dan kemajuan obat dan pengobatan dapat di tekan ke nominal persen yang lebih kecil. Sepertinya pengobatan alternatif perlu di kembangkan lebih modern dan bergengsi jangan pengobatan tradisional dipandang kolot, tidak menominasi bahkan termarjinalkan, padahal memiliki andil dan pengabdian yang luar biasa sampai menyembuhkan pasien dengan baik seperti di salah satu panti pengobatan tradisional pimpinan Porlet Pakpahan di daerah Sipirok Tapanuli Selatan Sumatera utara. Tulisan ini bertujuan menguak formulasi terapi gangguan jiwa dan menggambarkan fenomena terapi itu sebagai pengobatan alternative tradisional islam dengan pendekatan ma’rifah dalam tarekat tasawuf. Metode penulisan artikelnya kualitatif deskriptif dengan memakai analisis domain, taksonomi, komponensial. Adapun hasil temuan bahwa ternyata ma’rifah pada tarekat tasawuf merupakan kunci utama dalam terapi tradisional islam khususnya dalam setiap mendo’akan obat racikan berupa ramuan ramuan herbal yang dibuat oleh terapis. Kemudian forced labor (kerja paksa) dan minum ramuan obat secara tepat dan teratur merupakan bagian tak terpisahkan dari formulasi terapi gangguan jiwa di panti ini.
Copyrights © 2024