Persalinan sectio caesarea (SC) sering menimbulkan masalah fisiologis maupun psikologis pada ibu, termasuk keterlambatan pengeluaran ASI akibat nyeri, kecemasan, dan keterbatasan mobilisasi. Manajemen laktasi dan pijat endorphin menjadi intervensi penting untuk meningkatkan produksi ASI. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum SC dengan penerapan manajemen laktasi dan pijat endorphin di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada ibu post SC dengan menyusui tidak efektif. Metode yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa intervensi berupa edukasi menyusui, konseling laktasi, pijat endorphin, serta dukungan keluarga mampu memperbaiki kondisi pasien, ditandai dengan peningkatan keluarnya ASI, kekuatan hisapan bayi, serta penurunan kecemasan. Kesimpulannya, kombinasi edukasi manajemen laktasi dan pijat endorphin terbukti efektif mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea.
Copyrights © 2026