Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STUDI KORELASI KURANG ENERGI KRONIK (KEK) DENGAN BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR Ema Wahyu Ningrum
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara berkembang termasuk Indonesia. Ibu hamil dengan KEK berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), bayi pendek (stunting). BBLR dan stunting akan membawa risiko kematian, gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. KEK juga dapat mejadi penyebab tidak langsung kematian ibu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi KEK dengan berat dan panjang badan bayi baru lahir. Desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan puposive sampling, sampel penelitian ibu hamil tidak KEK 20 orang, KEK 20 orang. Analisa data univariat berupa distribusi frekuensi, analisa bivariat berupa chi square dan kekuatan hubungan dilihat dari parameter OR. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara ibu hamil KEK dengan berat badan bayi baru lahir (p =0,011) dan panjang badan bayi baru lahir (p =0,008). Status ibu hamil KEK mempunyai kemungkinan 5,5 kali memiliki BBLR dibanding ibu tidak KEK (CI 95%;1,420-21,860). Status ibu hamil KEK mempunyai kemungkinan 6,2 kali memiliki panjang badan pendek dibanding ibu tidak KEK (CI 95% ;1,529-31,377). Rumah sakit dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga memiliki kebijakan penanganan terhadap ibu hamil dengan KEK dan luarannya secara komprehensif sehingga bisa tertangani secara dini dampak dari status gizi KEK.
Gambaran Kemandirian pada Lansia Demensia di Roujinhome Kabushiki Kaisha Anjyu Okinawa Jepang Holifah Holifah; Ema Wahyu Ningrum; Adiratna Sekar Siwi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.299 KB)

Abstract

Di Jepang penduduk usia lanjut lebih dari 65 tahun merupakan seperempat populasi yang berjumlah 128 juta, dan sekitar 4,6 – 7 juta atau 1 dari lima orang lansianya diperkirakan terkena demensia. Demensia sangat mempengaruhi kemandirian aktifitas keseharian lansia seperti makan, toileting, berpakaian, mandi serta berpindah tempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kemandirian pada Lansia Demensia di Roujinhome Kabushiki Kaisha Anjyu Okinawa Jepang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan 16 responden. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat. Instrumen menggunakan Indeks Katz. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden dari kelompok umur 75-90 tahun (lanjut usia tua) yaitu (50,0%), untuk karakteristik jenis kelamin bahwa responden terbanyak yaitu berjenis kelamin perempuan berjumlah 9 lansia (56,3%), mayoritas tingkat kemandirian lansia demensia dikatakan ketergantungan dalam pemenuhan Activity of Daily Livingyaitu sebanyak 14 responden (87,5%). Kata Kunci: Kemandirian, Lansia, Demensia
STUDI KORELASI KURANG ENERGI KRONIK (KEK) DENGAN BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR Ema Wahyu Ningrum
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara berkembang termasuk Indonesia. Ibu hamil dengan KEK berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), bayi pendek (stunting). BBLR dan stunting akan membawa risiko kematian, gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. KEK juga dapat mejadi penyebab tidak langsung kematian ibu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi KEK dengan berat dan panjang badan bayi baru lahir. Desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan puposive sampling, sampel penelitian ibu hamil tidak KEK 20 orang, KEK 20 orang. Analisa data univariat berupa distribusi frekuensi, analisa bivariat berupa chi square dan kekuatan hubungan dilihat dari parameter OR. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara ibu hamil KEK dengan berat badan bayi baru lahir (p =0,011) dan panjang badan bayi baru lahir (p =0,008). Status ibu hamil KEK mempunyai kemungkinan 5,5 kali memiliki BBLR dibanding ibu tidak KEK (CI 95%;1,420-21,860). Status ibu hamil KEK mempunyai kemungkinan 6,2 kali memiliki panjang badan pendek dibanding ibu tidak KEK (CI 95% ;1,529-31,377). Rumah sakit dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga memiliki kebijakan penanganan terhadap ibu hamil dengan KEK dan luarannya secara komprehensif sehingga bisa tertangani secara dini dampak dari status gizi KEK.
Edukasi dan Implementasi Terapi Kompres Hangat dengan Aromaterapi Lavender Essential Oil untuk Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea Niken Dewi Pangestu; Septian Mixrova Sebayang; Ema Wahyu Ningrum
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol6.iss2.450

Abstract

Post-cesarean section patients often experience severe pain that can hinder the recovery process and interfere with infant care. At Ajibarang Regional Public Hospital, particularly in the Nuri ward, the implementation of non-pharmacological pain management remains limited. Until now, patients have not received interventions such as warm compress therapy combined with lavender aromatherapy. This community service activity aimed to provide health education and implement interventions to improve patient knowledge and reduce pain levels after cesarean section surgery. The methods used included delivering educational materials and carrying out the intervention directly. Pocketbooks were used for education, while hot water bags and diffusers were used for therapy. The results showed that out of 30 participants, 21 (70.0%) had good knowledge before the education, increasing to 24 (80.0%) afterward. Before the intervention, 22 participants (73.3%) reported moderate pain, which decreased to mild pain in 20 participants (66.7%) after the intervention. These findings suggest that education and the application of warm compress therapy with lavender aromatherapy effectively improve knowledge and reduce pain in post-cesarean patients.
Edukasi hypnopregnancy untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil Zahra Ramdania, Safira; Ema Wahyu Ningrum; Ita Apriliyani
Link Jurnal Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v1i2.98

Abstract

Latar belakang: Kecemasan pada ibu hamil dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi kecemasan adalah hypnopregnancy, yaitu teknik relaksasi dengan sugesti positif. Tujuan: Kegiatan ini dilaksanakan di Kelas Ibu Hamil Desa Panusupan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, dengan tujuan memberikan edukasi hypnopregnancy serta mengevaluasi efektivitasnya. Metode: Sasaran kegiatan 13 ibu hamil yang tergabung dalam Kelas Ibu Hamil Desa Panusupan. Pelaksanaan tanggal 23 April 2025 dan pre-post test pada 20 Juli 2025. Kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi, dan pelatihan hypnopregnancy. Tingkat kecemasan ibu hamil diukur dengan instrument Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif berupa persentase. Hasil: Adanya penurunan tingkat kecemasan pada sebagian besar peserta. Sebelum edukasi, mayoritas ibu hamil berada pada kategori kecemasan sedang. Sedangkan setelah edukasi dan pelatihan banyak yang mengalami penurunan menjadi kategori tidak cemas. Kesimpulan: Edukasi hynopregnancy terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil serta mempersiapkan proses persalinan dengan tenang.
Edukasi Manajemen Laktasi Dan Pelatihan Mandiri Pijat Endorphin Sebagai Strategi Upaya Meningkatkan Produksi ASI Pada Asuhan Keperawatan Ny. R Dengan Post Partum Sectio Caessarea Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Sitta Nurlaeli Ramadhani; Ema Wahyu Ningrum; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.271

Abstract

Persalinan sectio caesarea (SC) sering menimbulkan masalah fisiologis maupun psikologis pada ibu, termasuk keterlambatan pengeluaran ASI akibat nyeri, kecemasan, dan keterbatasan mobilisasi. Manajemen laktasi dan pijat endorphin menjadi intervensi penting untuk meningkatkan produksi ASI. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum SC dengan penerapan manajemen laktasi dan pijat endorphin di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada ibu post SC dengan menyusui tidak efektif. Metode yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa intervensi berupa edukasi menyusui, konseling laktasi, pijat endorphin, serta dukungan keluarga mampu memperbaiki kondisi pasien, ditandai dengan peningkatan keluarnya ASI, kekuatan hisapan bayi, serta penurunan kecemasan. Kesimpulannya, kombinasi edukasi manajemen laktasi dan pijat endorphin terbukti efektif mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PRA GENERAL ANESTESI PASIEN AMBULATORY PADA TINDAKAN ENDOSKOPI DI RSUD Dr SOETOMO SURABAYA Kurniawan Ariesyono; Amin Susanto; Ema Wahyu Ningrum
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 7: Maret 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation Comprehensive examination is the first and last step in ambulatory anesthesia. Objectives for the overall research At Dr. Soetomo Hospital Surabaya, ambulatory individuals underwent action endoscopy under general anesthesia in order to determine the characteristics of age, gender, and education. Examine This study type is descriptive in nature. 63 people in a sample had ambulatory endoscopy for examination while under general anesthesia. Consecutive sampling is a non-probability sampling device used in data collecting. analysis with a univariate analysis. Analysis and discussion findings may be removed. In summary The respondents' characteristics included a majority age of 46 to 70 years, a level of concern light for those aged 53 to 70 years, and a level of worry heavy for those aged 18 to 35 years (20.6%). The level of anxiety category weight was 52.4 percent. Male gender _ (58.7%) with degree of concern