Muara Sungai Mempawah merupakan salah satu jalur akses kapal nelayan yang terletak di Kabupaten Mempawah. Muara Sungai Mempawah mengalami pendangkalan yang diakibatkan oleh sedimentasi. Permasalahan tersebut menjadi kendala bagi kapal nelayan yang menggunakan alur pelayaran tersebut. Dari hasil perhitungan angkutan sedimen dengan menggunakan Metode L.C Van Rijn, Metode Meyer Petter Muller, dan Metode Sesaat, didapatkan total angkutan sedimen dengan Metode L.C Van Rijn di penampang satu sebesar 339.881 ton/tahun, penampang dua sebesar 90.588 ton/tahun, penampang tiga sebesar 520 ton/tahun, penampang empat sebesar 19 ton/tahun. Pada tiga penampang jenis sedimen didominasi oleh lempung berpasir. Pendangkalan signifikan terjadi pada area kanan Muara Sungai. Akibatnya alur pelayaran hanya dapat dilewati oleh satu kapal sehingga kapal harus mengantri untuk masuk ke Sungai Mempawah pada saat air laut sedang surut. Sedangkan kapal dengan tonase yang besar hanya dapat masuk ke alur pelayaran pada saat air laut sedang pasang. Perlu dilakukan penanganan yang baik terrhadap permasalahan yang terjadi untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada kapal nelayan di alur pelayaran tersebut.
Copyrights © 2023