Stunting adalah masalah gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak-anak di Indonesia. Di Desa Wanasuka, Kabupaten Bandung, prevalensi stunting mencapai 35%, dengan 103 anak teridentifikasi mengalami stunting dan sejumlah kasus underweight. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi stunting di tingkat Kabupaten Bandung yang sebesar 29,7%, serta prevalensi nasional yang mencapai 21,6% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam mengidentifikasi faktor penyebab stunting di Desa Wanasuka, mengeksplorasi peran pengetahuan lokal dan sumber daya desa dalam mendukung intervensi berbasis komunitas, serta mengembangkan strategi kolaboratif yang melibatkan masyarakat, kader posyandu, dan pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas gizi dan sanitasi. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), pemetaan sosial, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam proses identifikasi masalah sangat berperan dalam merumuskan solusi yang relevan dan berbasis kebutuhan lokal. PRA juga berhasil memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak untuk mengatasi masalah stunting secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025