Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja antara Green Bond dan Obligasi Tradisional di sektor perbankan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif, dan pengambilan sampel secara purposif terhadap bank-bank yang menerbitkan kedua jenis obligasi tersebut pada periode 2022-2024. Indikator kinerja yang dianalisis meliputi Yield to Maturity, Current Yield, Risk Rating, dan Duration. Data diperoleh dari sumber sekunder. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada YTM, CY, dan Risk Rating, meskipun secara rata-rata Green Bond mencatat nilai yang lebih tinggi. Perbedaan yang signifikan hanya terdapat pada variabel Duration, di mana Green Bond memiliki Duration yang lebih rendah dibandingkan Traditional Bond. Hal ini menunjukkan bahwa Green Bond lebih tahan terhadap fluktuasi suku bunga, meskipun belum menunjukkan keunggulan pada aspek return dan risiko kredit. Temuan ini mencerminkan kondisi pasar Green Bond di Indonesia yang masih berkembang dan belum membentuk preferensi investor yang kuat terhadap instrumen hijau.
Copyrights © 2025