Workshop kepenulisan esai ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang teknik menulis esai yang baik dan menarik sekaligus membantu peserta menuangkan pengalaman personal ke dalam tulisan yang terstruktur, beralur jelas, dan berpesan kuat. Kegiatan dilaksanakan tatap muka di The University of Western Australia pada 6 September 2025 dengan 40 peserta (mahasiswa postgraduate, anggota AIPSSA, dan keluarga). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui siklus plan–act–observe–reflect yang mengintegrasikan pengantar konsep, praktik menulis terarah, coaching clinic, umpan balik berulang, serta kurasi profesional oleh Iqbal Aji Darjono. Evaluasi menggunakan angket Likert 1–5 mencakup aspek Materi, Narasumber & Fasilitator, Pelaksanaan, dan Manfaat. Hasil menunjukkan 35 esai layak kurasi (87,5%). Rerata kepuasan per aspek adalah Materi 4,60 (SD 0,43; %≥4: 92%), Narasumber & Fasilitator 4,60 (SD 0,65; %≥4: 92%), Pelaksanaan 4,34 (SD 0,63; %≥4: 80%), dan Manfaat 4,68 (SD 0,53; %≥4: 100%); rerata keseluruhan 4,54 dengan tingkat respons 62,5% (25/40). Temuan menegaskan efektivitas pendekatan PAR dan kurasi profesional dalam meningkatkan pengalaman belajar menulis serta kepercayaan diri peserta. Area perbaikan teridentifikasi pada alokasi waktu agar siklus revisi lebih mendalam, yang direncanakan melalui klinik tindak lanjut daring. Program ini layak direplikasi dengan penyesuaian konteks untuk memaksimalkan dampak pada kualitas tulisan dan produksi luaran buku yang diterbitkan.
Copyrights © 2025