Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara berulang terhadap anak yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Fenomena ini kerap terjadi di sekolah dan berdampak pada penurunan rasa percaya diri, timbulnya kecemasan, depresi, hingga gangguan interaksi sosial. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan strategi yang mampu membangun mental tangguh anak agar mampu menghadapi tekanan dan pulih dari dampak bullying. Penelitian KKN ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi di SD Negeri 11 Mesjid Lama, dengan fokus pada penerapan pendidikan karakter anti-bullying, pembelajaran berbasis peran (role playing) untuk menumbuhkan empati, serta penguatan keterampilan sosial. Program ini juga melibatkan kerja sama antara guru dan siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Hasil kegiatan KKN ini menunjukkan bahwa perpaduan pendidikan karakter, metode interaktif, dan kolaborasi lintas pihak dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying, mengasah rasa empati, serta membentuk mental yang lebih tangguh. Penerapan berkelanjutan diharapkan mampu membantu anak menghadapi bullying secara adaptif dan membangun rasa percaya diri yang positif. Kata kunci: bullying, empati, mental tangguh, pendidikan karakter, SD Negeri 11 Mesjid Lama
Copyrights © 2025