Penelitian ini menganalisis pengaruh penerimaan SDA dan pajak terhadap PDB Indonesia pada periode 2010-2024. Pertumbuhan ekonomi dipandang sebagai indikator penting kesejahteraan nasional, sementara penerimaan negara dari SDA dan pajak berperan strategis dalam pembiayaan pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta metode regresi linier berganda. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan model penelitian bebas dari pelanggaran normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Uji parsial menemukan bahwa penerimaan SDA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, mendukung teori “kutukan sumber daya”. Sebaliknya, penerimaan pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sesuai teori fiskal Keynesian dan teori pertumbuhan endogen. Uji simultan membuktikan bahwa kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto harga konstan. Dengan nilai R-squared sebesar 0,95, hampir seluruh variasi pertumbuhan ekonomi dijelaskan oleh penerimaan SDA dan pajak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kedua sumber penerimaan berkontribusi terhadap pertumbuhan, kualitas pengelolaan penerimaan sangat menentukan dampaknya. Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat basis pajak, meningkatkan kepatuhan, dan mengarahkan penerimaan negara, terutama dari SDA, ke investasi produktif demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025